24 November 2017

Kapolda Metro Jaya Perlihatkan 2 Sketsa Wajah Terduga Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

Konpers terkait kasus Novel Baswedan di KPK

Jum'at, 24 November 2017 15:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi sudah menyelesaikan sketsa wajah yang menjadi terduga pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Kedua sketsa wajah itu diperlihatkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz bersama dengan Ketua KPK Agus Rahardjo, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dalam satu sketsa tersebut, terlihat satu pria dengan rambut pendek. Sedangkan pada sketsa lainnya, terduga digambarkan memiliki rambut yang cukup panjang.

Menurut Kapolda, pihaknya menemukan adanya indikasi itu setelah memeriksa sebanyak 66 saksi. Termasuk dua orang saksi yang kemudian bisa menggambarkan terduga pelaku penyerangan.

"Kedua orang ini adalah yang diduga terlibat di dalam penyiraman korban atas nama Novel Baswedan," ujar Kapolda.

Diduga Meninggal karena Sakit, Jenazah Wanita Penjaga Rumah Kos Digerogoti 11 Anjing Peliharaannya

Diduga Meninggal karena Sakit, Jenazah Warga Depok Digerogoti 11 Anjing Peliharaannya
Jum'at, 24 November 2017 14:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Setelah sekitar lima hari tidak kelihatan, Isnawati, 50 tahun, ditemukan tidak bernyawa di kamar rumah indekosnya di Pondok Asri, Jalan Cengkeh, RT 4/7, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok, Jumat (24/11/2017) dini hari.

Saat ditemukan, jenazah Isnawati sudah membusuk dan sangat mengenaskan. Sebab, sebagian jenazahnya, terutama di bagian tangan dan kaki, sudah tidak utuh lagi, karena digerogoti oleh 11 ekor anjing peliharaannya.

Diduga Isnawati meninggal karena sakit. Namun, polisi membawa jenazahnya ke RS Polri Sukanto, Kramatjati, untuk divisum dan diautopsi, guna memastikan penyebab tewasnya korban.

Warga takut anjing-anjing tersebut menyebarkan bakteri dan kuman.

Keterangan saksi, warga sekitar mengatakan korban adalah penjaga kos dan yang mengurusi rumah kos itu sehari-harinya.

Sedangkan keberadaan 11 ekor anjing ras peliharaan Isnawati yang telah menggerogoti sebagian jenazah korban, meresahkan warga sekitar. Warga takut terjangkit bakteri atau kuman dari 11 anjing yang telah memakan sebagian jenazah korban yang sudah membusuk tersebut.

Dengan bantuan petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, akhirnya ke-11 ekor anjing peliharaan korban itu diamankan dan diserahkan ke Tim Satwa Brimob Polri di Kelapa Dua.

Polsek Metro Kebon Jeruk Tangkap Seorang Wanita Pengedar Uang Palsu

Beli Kelapa Pakai Uang Palsu di Pasar Pesing, Warga Kedoya Diciduk Polisi
Jum'at, 24 November 2017 13:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Kebon Jeruk menangkap seorang wanita, Ani Lestari, 52 tahun, lantaran kedapatan menyimpan dan mengedarkan pecahan uang Rp 100 ribu palsu, di rumahnya di Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Senin (20/11/2017) lalu sekira pukul 04.30 WIB. Ani ditangkap setelah berbelanja membeli kelapa parut di Pasar Pesing Kebon Jeruk, menggunakan uang palsu.

"Awal mula, pelaku (Ani) ingin membeli sebuah kelapa parut yang seharga Rp 8.000. Ani ketika itu nekat menggunakan uang palsu yang pecahan Rp 100 ribu, sebagai alat pembayaran kelapanya. Kemudian, saksi yang juga seorang tukang kelapa, Dimyati, 48 tahun, menerima uang itu dan mengembalikan Rp 92 ribu itu ke Ani," kata Kapolsek Metro Kebon Jeruk, Kompol M Marbun, Jumat (24/11/2017).

Kapolsek menerangkan kembali, setelah pelaku mendapatkan uang kembalian tersebut, ia pun menitipkan kelapa yang yang dibelinya ke tempat dagangan Dimyati. Tak lama kemudian, pedagang yang diketahui teman Dimyati, Kasmurah, 40 tahun, memberitahukan ke Dimyati bahwa uang yang diterima Dimyati adalah palsu. Ternyata, Kasmurah pun menerima uang palsu dari pelaku (Ani).

Kasmurah pun awalnya tak tahu bahwa Ani yang ketika itu membeli dagangan sayurnya, menggunakan uang palsu. Kemudian kedua pedangan itu langsung mencari Ani.

Dimyati dan Kasmurah pun menemukan Ani yang sedang berjalan kaki, tak jauh dari Pasar Pesing. Berbagai tuduhan sempat dibantah oleh Ani.

"Kami mendapat laporan dari warga yang awal mula ada keributan warga. Ternyata, keributan itu ibu-ibu ini. Kami mencoba menyelidiki serta saat tahu uang itu palsu, kami langsung amankan pelaku (Ani)," tutur Kapolsek.

"Keterangan pelaku, uang palsu ini didapatkan dari salah seorang temannya di Kota Bekasi, Kumis (40). Setelah uang berhasil dipergunakan oleh pelaku, nanti akan memberikan hasil penjualan uang palsu tersebut ke Kumis. Namun, uang ini belum sempat dipergunakan dan ketahuan lebih dulu," sambung Kapolsek.
Ani Lestari (52) harus mendekam di bui Mapolsek Kebon Jeruk, lantaran kedapatan menyimpan pecahan uang Rp 100 ribu palsu, di rumahnya di Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Barang bukti yang diamankan dari Ani antara lain uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 40 lembar. "Sampai saat ini kami masih menyelidiki orang bernama Kumis, terkait keberadaannya saat ini. Kami masih selidiki kasus ini dulu," kata Kapolsek.

Bus Terbakar di Jl. S Parman Seberang RS Dharmais, Jakarta Barat

Bus terbakar di seberang RS Dharmais, Slipi, Jumat pagi.(win)
Jumat, 24 November 2017 10:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Bus Bhineka Sahabat Nopol D 7945 AM terbakar di jalur lambat Jalan S Parman, Slipi, persisnya di seberang RS Dharmais, Jakarta Barat, Jumat (24/11/2017) pagi sekira pukul 08:35 WIB. Belum diketahui jelas penyebab kebakaran bus tersebut.

Akibat peristiwa itu, arus lalulintas dari Semanggi arah Slipi-Grogol, sempat terjadi kemacetan untuk beberapa saat. Kemacetan tidak hanya terjadi pada jalur lambat, tapi juga di jalur tol. Banyak pengendara memperlambat kecepatan kendaraannya untuk melihat peristiwa kebakaran di jalur sebelah.

Informasi dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, Kebakaran Bus Bhineka Sahabat D 7945 AM di Jl S Parman sudah berhasil dipadamkan Petugas Damkar sekira pukul 09.21 WIB. Dan pada pukul 09.41 WIB bus kemudian dievakuasi hingga arus lalu lintas berjalan normal kembali.

Jumat Malam Hingga Sabtu Pagi Besok, Jalan MT Haryono Mulai Cawang-Pancoran Ditutup

Hasil gambar untuk gambar pembangunan LRT cawang - Dukuh Atas
Jum'at, 24 November 2017 08:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pihak kepolisian akan melakukan penutupan jalan jalur Cawang-Pancoran melalui Jalan MT Haryono pada Jumat (24/11/2017) mulai pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (25/11/2017) pukul 05.00 WIB. Penutupan yang diberlakukan pada malam hingga pagi hari dilakukan terkait adanya pekerjaan pemasangan U-shape girder dan pier head LRT Cawang-Dukuh Atas.

Pihak kepolisian dan instansi terkait melakukan rekayasa lalu lintas di Jl MT Haryono sisi selatan mulai dari Simpang Cawang hingga Simpang Pancoran.

"Untuk kelancaran lalu lintas akan dilakukan penutupan Jl MT Haryono sisi selatan dari arah timur ke barat mulai dari simpang Cawang Kompor sampai dengan Pancoran mulai Sabtu (25/11/2017) sampai dengan 30 Desember 2017," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada wartawan, Jumat (24/11/2017).

Ada beberapa rekayasa yang dibuat untuk kelancaran lalu lintas di lokasi, seperti berikut:
- Pada saat pemasangan u-shape girder dan pier head, lalu lintas dari Cililitan, Kampung Melayu dan Halim yang akan menuju Pancoran dialihkan melalui Jl Otto Iskandardinata-Jl KH Abdullah Syafei-Jl Soepomo dan seterusnya atau melalui Jl Dewi Sartika-Jl Kalibata-Jl Pasar Minggu.

- Mobilisasi kendaraan multiaxle pengangkut u-shale keluar dari pabrik precast LRT Pancoran (eks RNI) diberlakukan secara contraflow sampai dengan simpang Pancoran, sehingga lalu lintas di Simpang Pancoran dari arah Pasar Minggu, Tebet dan U-Turn sisi barat Simpang Pancoran serta Gate Tol Tebet I ditutup sementara saat mobilisasi dilakukan.

"Setelah mobilisasi melewati simpang Pancoran lalu lintas dibuka kembali," kata AKBP Budiyanto.

Sementara Gate Tol Bukopin dan Exit Tol Bukopin tidak dapat digunakan selama pekerjaan pemasangan u-shape girder pada tanggal 25 November hingga 30 Desember pada pukul 23.00-05.00 WIB.

"PT Adhi Karya selaku selaku pelaksana pembangunan LRT Cawang-Dukuh Atas bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan (motorized dan unmotorized) di lokasi pelaksanaan pembangunan," kata AKBP Budiyanto.

Kapolda Metro Jaya Resmikan Pusat Penanganan Krisis dan Bencana di Polres Metro Bekasi


Jum'at, 24 November 2017 08:06 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz meresmikan Pusat Penanganan Krisis dan Bencana (Crisis and Disaster Management Center) di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (23/11/2017) kemarin. Nantinya, pusat penanganan krisis dan bencana ini dapat meredam potensi daerah rawan konflik sosial sehingga tidak meluas dan berdampak terhadap keamanan masyarakat.

"‎Apa yang dilakukan ini sangat baik. Bahkan, saya akan angkat di Polda Metro Jaya. Saya juga memerintahkan Karo Ops dan Kapolres di Polda Metro Jaya bersama Kabag Ops untuk datang ke Polrestro Bekasi untuk melihat, meniru supaya program ini sama dan berlaku sama. Saya apresiasi kinerja dari Kapolres Metro Bekasi," ujar Kapolda di Mapolrestro Bekasi, Jalan Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/11/2017) kemarin. ‎

Kapolda menambahkan, Polda Metro Jaya akan menjadikan Pusat Penanganan Krisis dan Bencana Polrestro Bekasi ini sebagai proyek percontohan di seluruh jajaran Polda Metro Jaya. "Kita jadikan seperti itu. Kita Jadikan sebagai pilot project untuk penanganan krisis dan disaster di seluruh Polda Metro Jaya," imbuh Kapolda.

Crisis and Disaster Management Center ini merupakan pusat pengelolaan manajemen konflik agar lebih terkelola dengan baik, se‎hingga konflik tersebut dapat segera diatasi, kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra.

"Krisis adalah salah satunya konflik. Selama beberapa tahun belakangan ini Kabupaten Bekasi kondusif, memang ada konflik tapi dapat diredakan segera. Buruh tenang, setiap ada kenaikan UMK buruh demo tapi tahun ini lebih tenang. Walau ada konflik terjadi tapi tidak menyebar. Ini bagian dari konflik yang harus dikelola deng‎an baik," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, setelah peresmian oleh Kapolda Metro Jaya, hari berikutnya Polrestro Bekasi akan mengajak para pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Bekasi untuk berkoordinasi saat penanganan konflik dan bencana.

"Besok ada pelibatan stakeholder itu harus ada supaya lebih konkret, supaya hasilnya lebih terakselerasi lebih baik," ujarnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan penanganan bencana‎ misalnya banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, dan bencana alam lainnya. "Disaster itu bencana alam. Kalau ada bencana alam, lihat sendiri, BPBD kerja sendiri, TNI bekerja sendiri, Polri sendiri, Pemda sendiri. Sekarang diusahakan tidak lagi yang kerja sendiri-sendiri," ucapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mempunyai akses ke Pusat Penanganan Krisis dan Bencana Polrestro Bekasi ini. 

"Akses sudah saya berikan tempat, kalau ada persoalan BMKG potensi bencana alam di sini panggil kita semua, silakan (Kepala BPBD) presentasikan bahwa ada bencana daerah kemudian jelaskan rencana penanganan bencana daerah dan gerakan kita semua. Jadi, penanganan lebih tersistem dalam satu tempat,‎ terintegrasi itu makanya diperlukan manajemen disaster," ucapnya.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya akan menerapkan teknologi terbaru seperti penggunaan aplikasi saat penanganan krisis dan bencana. ‎Pusat Penanganan Krisis dan Bencana ini merupakan wadah bersama pemangku kepentingan untuk menangani permasalahan dengan lebih tertata dan terkelola dengan baik.

"Kita miliki data base dan melakukan mapping (persoalan atau konflik). Kemudian akan melengkapi aplikasi SIAP Polda Metro Jaya yang sudah ada. Kita berdayakan SIAP itu sebagai pintu masuk melaporkan bencana atau konflik‎," imbuhnya.

Kapolres menepis anggapan pada saat penanganan bencana alam, komando akan dikendalikan oleh Polrestro Bekasi. "Tidak, Crisis and Disaster Management Center merupakan wadah kita semua. Kita tidak boleh mengambil alih peran orang lain. Kalau konflik krisis merupakan tanggung jawab kepolisian karena berkaitan dengan keamanan dan polisi tidak bisa bekerja sendiri, semua dibawa duduk bersama menangani konflik dan bencana. Jadi, semua akan teroganisir dengan baik," pungkasnya.

Sopir Ngantuk, Truk Molen Tabrak Halte Bus Transjakarta di Pancoran

Polisi: Halte Pancoran Barat Ditabrak Truk karena Sopir Ngantuk

Jum'at, 24 November 2017 07:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebuah truk molen menabrak halte bus Transjakarta di Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017) malam sekira pukul 23.00 WIB. Kecelakaan itu disebabkan karena sopir mengantuk.

"Out of control, pengemudi atas nama Saldi, kurang konsentrasi karena mengantuk," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, ketika dihubungi wartawan, Jumat (24/11/2017).

Akibat mengantuk, kata AKBP Budiyanto, sopir tersebut lantas memasuki jalur busway dan menabrak bagian depan halte. Halte yang ditabrak itu pun lalu mengalami kerusakan, diperkirakan kerugian materil mencapai Rp 80 juta.

"Karena kurang konsentrasi, ngantuk kerugian kurang lebih Rp 80 jutaan ya," kata AKBP Budiyanto.

Saat ini truk bernomor polisi B 9148 FIA itu disita polisi. Ada pun bagian depan halte yang mengalami kerusakan diantaranya bagian railing halte hingga atap.

"Kerusakan pada bagian railing halte, tiang penyangga halte patah, CCTV halte, dan atap halte penyok," kata AKBP Budiyanto.

"Tidak ada korban dalam kejadian tersebut," katanya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jum'at, 24 November 2017

Jum'at, 24 November 2017 07:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jum'at, 24 November 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Tim Jaguar Polresta Depok Amankan Puluhan Remaja dan Tiga Wanita Muda

cabena
Jum'at, 24 November 2017 07:16 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Operasi cipta kondusif yang digelar oleh Tim Jaguar Polresta Depok, mengamankan puluhan remaja dan tiga wanita muda yang tengah asyik minum-minuman keras serta diduga akan tawuran. Tim Jaguar juga mengamankan dua senjata tajam dan sisa minuman keras.

Menurut Katim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus operasi premanisme dipimpin Katim II Jaguar Polres Aiptu Tulus menyisir daerah Sukmajaya dan Beji sejak Kamis malam hingga Jumat dinihari tadi. Mereka mengamankan sejumlah remaja yang hendak tawuran dan pesta miras.

“Satu remaja diamankan ketahuan membawa golok di Depok 2 Sukmajaya, lalu 10 remaja diantaranya 3 remaja wanita tengah minum minuman keras di depan Perumahan Pesona Khayangan, dan 7 pak ogah wanita yang mengancam pengendara bermotor Andi lantaran tidak mengasih uang diciduk Jaguar,”ujarnya , Jumat (24/11/2017) pagi.

"Perempuan yang ditangkap adalah anak-anak ABG yang ikut 'ngelayap' malam hari bersama teman-teman cowok mengendarai sepeda motor. Kadang mereka balapan liar juga sering memeras pengendara sepeda motor lainnya," jelas Iptu Winam Agus.

Operasi yang dimulai dari pukul 22.00 WIB hingga subuh ini, lanjut Iptu Winam, yakni sebagai bentuk salah satu upaya preventif antisipasi gangguan kamtibmas, salah satunya tawuran dan untuk mengantisipasi geng motor yang kini kembali meresahkan warga.

“Orang yang berhasil kita amankan semuanya langsung dibawa ke Polresta Depok, untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti dua golok diduga akan digunakan tawuran juga sudah disita oleh petugas Reskrim,”tuturnya.
Polisi menyita celurit yang diduga akan digunakan tawuran
Untuk pemuda yang membawa golok, Iptu Winam menyebutkan telah bersiap melakukan tawuran dengan kelompok lain. “Sebelum mau tawuran pelaku ini sempat janjian dahulu dengan lawannya,”tutupnya.

23 November 2017

Rekonstruksi Penembakan dr. Letty, Helmi Peragakan 26 Adegan, Penyidik Hadirkan Saksi Baru

Polisi Hadirkan Saksi Baru dalam Rekonstruksi Pembunuhan dr Letty
Kamis, 23 November 2017 14:33 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Polda Metro Jaya menggelar reka ulang (rekonstruksi) pembunuhan dr Letty, 46 tahun, di Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 23 November 2017. Tersangka, Ryan Helmi, 41 tahun, memperagakan 26 adegan.

"Adegan di mulai dari tersangka masuk klinik hingga keluar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta.

Menurut Kombes Nico, reka ulang ini untuk mempertegas keterangan Helmi yang tercatat dalam berita acara pemeriksaan. Selain itu, polisi juga ingin mencocokan keterangan tersangka dengan keterangan seorang pegawai klinik. Pegawai itu bertugas sebagai kasir. Ia berada di klinik saat Helmy datang dan menembak dr. Letty.

Menurut Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Kasubdit Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F. Kurniawan, keterangan saksi ini terhitung baru karena belum disampaikan pada saat pra rekonstruksi. "Jadi kami temukan saksi baru," ujarnya.

AKBP Hendy mengatakan, ruang kasir bersebelahan dengan ruang kerja Letty. Saat Helmy menembak korban, saksi bersembunyi di bawah meja.

“Penembakan dilakukan Helmi pada adegan ke 14,” katanya.

Tembakan pertama mengenai paha dr. Letty. Tembakan ke dua dan ketiga mengenai badannya. Setelah itu ada jeda sebentar. Helmi menoleh ke ruang kasir dan mengacungkan senjata ke arah saksi.

Karena ketakutan, saksi buru-buru merunduk di kolong meja. Kemudian terdengar lagi suara letusan.

"Tersangka ternyata menembak korban lagi,” kata AKBP Hendy.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada 9 November 2017 sekira pukul 14.00 WIB. Tersangka ternyata adalah suami korban. Pasangan ini tengah menjalani proses perceraian. Helmy menemui dr Letty untuk meminta korban membatalkan gugatan perceraian itu.