22 Januari 2018

Sultan Brunei Darussalam Lapor ke Polda Metro Jaya atas Kasus Pencemaran Nama Baik

Senin, 22 Januari 2018 12:25 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sultan Brunei Darussalam, Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah melaporkan sebuah akun Instagram bernama @anti_hassanal ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Minggu (21/1/2018) malam oleh Kepolisian Brunei Darussalam Pengiran Zaidi Bin Pengiran Haji Metali dan diterima dengan teregistrasi nomor LP/389/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Kabid Humas, pencemaran nama baik tersebut terjadi saat korban berada di Hotel Mahakam, Jakarta Selatan. “Pelapor selaku kuasa korban menerangkan bahwa pada waktu pelapor berada di Hotel Mahakam, Jakarta Selatan, melihat postingan Instagram atas nama ‘anti hassanal’ yang berisi foto-foto korban yang didalamnya terdapat kata-kata yang dapat menimbulkan kebencian bagi orang yang melihatnya,” kata Kabid Humas saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2018).

Atas hal tersebut, Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah merasa dirugikan sehingga meminta bantuan Kepolisian Indonesia dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk mengusut pemilik akun tersebut. Kasus ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Gara-gara Barang Pesanan Tidak Datang, Seorang Pemuda Bacok Penjaga Toko Aksesori HP di Taman Sari

Senin, 22 Januari 2018 08:51 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Suwarno, 34 tahun, tega melukai wanita penjaga toko aksesori ponsel di Lokasari Square, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Sabtu (20/1/2018) malam sekira pukul 20.00 WIB. Akibat pembacokan tersebut, Martha, wanita berusia 38 tahun itu, mengalami luka robek menganga di lengan dan punggung sebelah kiri.

Suwarno pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat.

“Pelaku naik pitam karena sudah bayar uang muka Rp 100 ribu namun seminggu barang tidak kunjung datang," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Metro Taman Sari, Kompol Bintoro saat dihubungi wartawan.

Suwarno datang dengan amarah yang memuncak sambil mengacungkan pisau besar berkilau. Ia berniat berkelahi dengan Susiana Gotama, sang pemilik toko. Pada saat pelaku hendak melakukan pembacokan, tiba-tiba anak buah Susiana, yakni Martha, datang pasang badan.

"Ketika itu pemilik toko hendak mengembalikan uang Suwarno," ucap Kompol Bintoro.

Sabetan pisau Suwarno mengakibatkan lengan kiri Martha robek sedalam sekitar 10 sentimeter. Belum lagi luka di punggung kiri. Martha langsung dibawa ke Rumah Sakit Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Akibat luka tersebut, Martha harus dioperasi.

Kini polisi sudah menahan tersangka dan menyita barang bukti sebilah pisau yang digunakan melakukan pembacokan di kantor Polsek Metro Taman Sari.

Suwarno dikenakan Pasal 351 atau penganiayaan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman kurungan paling lama lima tahun.


Beton LRT di Pulogadung Jakarta Timur Ambruk, Lima Pekerja Terluka

Hasil gambar untuk foto proyek LRT di pulogadung, jakarta timur
Senin, 22 Januari 2018 07:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Bangunan proyek light rail transit (LRT) atau kereta api ringan di kawasan Kelapa Gading-Velodrome yang berada di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur roboh, Senin (22/1/2018) dini hari. Sebanyak lima orang pekerja yang tengah memasang beton dalam proyek tersebut mengalami luka-luka.

Kelima pekerja tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia guna mendapatkan perawatan medis. Sementara petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung meminta keterangan sejumlah saksi.

Belum diketahui penyebab pasti ambruknya beton proyek tersebut. "Namun dugaan sementara, beton tersebut ambruk akibat tiupan angin kencang yang melanda Jakarta," kata Kanit Reskim Polsek Metro Pulo Gadung, AKP Napitupulu.

Jalur LRT yang roboh merupakan bagian dari penghubung Kelapa Gading-Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, yang disiapkan untuk menunjang ASEAN Games 2018. Proyek transportasi massal tersebut sudah mulai dikerjakan sejak pertengahan 2016.

Diduga Hendak Tawuran, Delapan Pemuda Diamankan Tim Jaguar Polresta Depok

Belum Sempat Tawuran, 8 Pemuda Dibekuk Tim Jaguar
Senin, 22 Januari 2018 07:33 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Delapan pemuda diamankan Tim Jaguar Polresta Depok dari tempat mereka berkumpul di Jalan Raya Bogor, Gang Masjid, Cimanggis, Kota Depok, Minggu (21/1/2018) dinihari sekira pukul 03.00 WIB. Dari tangan mereka disita sejumlah senjata tajam yang sebagian besar berjenis celurit. Karenanya diduga mereka hendak tawuran dengan kelompok pemuda lainnya.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus menuturkan ke delapan pemuda itu diamankan ke Mapolresta Depok dan didalami kemungkinan tindak pidana yang telah mereka lakukan oleh petugas reskrim. Sebagian dari mereka, kata Iptu Winam, diketahui berstatus pelajar dan pemuda putus sekolah.

"Hasil operasi cipta kondisi terbatas sejak Sabtu malam sampai Minggu dinihari tadi, kami amankan delapan pemuda bersenjata tajam dari gang masjid, Cimanggis," kata Iptu Winam.

Selain itu katanya dari tangan mereka diamankan pula, kaos seragam geng atau kelompok, yang mereka kenakan sebagai penanda saat tawuran pecah.

"Mereka diperiksa di reskrim. Yang terbukti pemilik sajam akan diproses hukum, dan yang tidak akan dibina sebelum dikembalikan ke orangtua, terutama yang masih di bawah umur," katanya.

Para pemuda yang dipulangkan katanya juga akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di depan orangtua.

"Jika mengulangi lagi, maka akan diproses hukum," kata Iptu Winam.

Iptu Wiman menyatakan keberadaan mereka yang berkumpul hingga dinihari dan membawa sajam dianggap meresahkan warga. Karenanya pihaknya mengamankan mereka untuk mencegah terjadinya tawuran atau tindak pidana lainnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 22 Januari 2018

Foto Humas Polda

Senin, 22 Januari 2018 07:28 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 22 Januari 2018, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru

2. Jakarta Barat : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua

5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

21 Januari 2018

Perampas Handphone di Tanjung Priok Nyaris Tewas Diamuk Warga

Maling Hanphone di Tanjung Priok Nyaris Tewas Diamuk Warga

Minggu, 21 Januari 2018 19:32 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua dari tiga pemuda yang melakukan aksi pencurian handphone Xiaomi milik Rio Oktavian, 27 tahun, yakni, Muhammad Ali Sanda, 19 tahun, dan Hermawan, 23 tahun, di Halte Bus di depan Mall Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, babak belur dan nyaris tewas akibat diamuk warga.

Beruntung nyawa keduanya terselamatkan setelah petugas Polres Metro Jakarta Utara mengamankannya. Kini, keduanya mendekam di balik jeruji besi, tetapi salah seorang rekannya Doni Firmansyah, 20 tahun,  berhasil melarikan diri.

"Ketiga pelaku tersebut naik motor tak berplat nomor polisi yang bermerk honda beat, warna putih, dan memang saat itu memgincar korban (Rio) di sebuah halte, yang sedang pesan ojek online lewat handphonenya tersebut," ungkap Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, Minggu (21/1/2018).

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (20/12018) malam tersebut, berawal saat korban sedang memesan ojek online melalui handphonennya tersebut. Lalu, datang tiga pelaku satu motor berboncengan tiga orang menghampiri korban di halte tersebut.

"Doni menyetir sepeda motor, Ali ditengah, sementara Hermawan duduk di belakang. Mereka bertiga naik satu motor dan merampas handphonenya Rio. Saat handphone di tangan Doni, langsung dioper ke Ali dan melarikan diri. Sayangnya, si Hermawan ini ditarik bajunya oleh Rio. Saat itu Hermawan yang apes ini langsung terjatuh, di lokasi dari motor. Sementara keduanya Ali dan Doni berusaha kabur," jelasnya.

Kapolres menerangkan, Hermawan saat itu sudah diamuk warga, lantaran mendengar Rio teriak maling. Warga lainnya itu, kata Reza, berupaya mengejar dua pelaku lainnya.

"Lantaran macet sepeda motor yang dikemudikan oleh Doni berboncengan dengan Ali, sempat oleng. Kepanikan Doni saat mengemudikan sepeda motornya membuat keduanya terjungkal. Warga di lokasi pun langsung mengejarnya. Hermawan kala di lokasi berhasil ditangkap. Namun Doni, kabur dari kejaran warga. Ketika itu, Tim Tiger Polres Metro Jakarta Utara datang, serta menangkap kedua pelaku," terang Kapolres.

Ketika itu, Tim Tiger Polres Metro Jakarta Utara datang, serta menangkap kedua pelaku," terang Kapolres.

Bawa Ineks, Dua Pengunjung Lapas Tangerang Diciduk Polsek Tangerang Kota


Tersangka SOL dan IS Ditangkap Polsek Tangerang Kota lantaran kedapatan membawa pil ineka ke Lapas Kelas 2 A Pemuda, Tangerang.

Minggu, 21 Januari 2018 14:51 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua pengunjung Lapas Kelas 2A Pemuda dibekuk kepolisian sektor (Polsek) Tangerang Kota, lantaran kedapatan membawa belasan narkotika jenis happy five (ineks).

Kapolsek Tangerang Kota, Kompol Ewo Samono mengatakan, dua pengunjung lapas tersebut berinisial SOL, 24 tahun, dan IS, 19 tahun, yang merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek menjelaskan, tujuan kedua tersangka berkunjung ke Lapas Kelas 2A Pemuda yang bertempat di Jalan LP Pemuda, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, ini untuk membesuk saudaranya, Kamis (18/1/2018).

"Ketika dilakukan pemeriksaan di P2U kedapatan membawa barang narkotika jenis pil ineks sebanyak 18 butir," ujar Kapolsek, Sabtu (20/1/2018) kemarin.

Menurutnya, modus kedua tersangka menyelundupkan 18 butir ineks itu dengan cara menyembunyikan di dalam kemasan plastik bawaannya. "Inexnya dimasukan ke dalam kardus susu dengan cara ditempel pada kemasan plastiknya," ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, barang haram tersebut sengaja dibawa tersangka untuk memenuhi pesanan narapidana yang memiliki kasus narkotika. "Barangnya pesanan napi atas nama Marlan," tutur Kapolsek.

Atas kejadian tersebut, kedua tersangka berikut barang bukti berupa 18 butir ineks, dua buah handphone, dan satu unit sepeda motor telah digelandang ke Mapolsek Tangerang Kota.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan," papar Kapolsek.

Polsek Bekasi Timur Tangkap Pengedar Narkoba di Bekasi Selatan


Ilustrasi

Minggu, 21 Januari 2018 14:19 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pengedar narkoba jenis sabu dan ecstasy diringkus oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dari tangan tersangka, Ali Rosa, 23 tahun, penyidik menyita sabu sebesar 14,74 gram dan 100 butir ecstasy bernilai puluhan juta rupiah.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, tersangka dibekuk polisi pada Rabu, 18 Januari 2018 lalu di Jalan Bukit Tunggul V Kelurahan Kayurungin Jaya, Bekasi Selatan.

"Anggota polisi menemukan 0,44 gram sabu," kata Kompol Erna, Minggu (21/1/2018).

Kompol Erna mengatakan, hasil interogasi, pelaku mengaku masih menyimpan narkoba dalam jumlah lebih besar di rumahnya di Cilincing, Jakarta Utara. Karena itu, polisi bergerak ke sana untuk melakukan penggeledahan. Hasilnya didapatkan narkoba lagi berupa sabu seberat 15,40 gram, dan pil ecstasy 100 butir.

"Tersangka memperolehnya dengan membeli Rp 20 juta," ujar Kompol Erna.

Kompol Erna mengatakan, barang haram tersebut rencananya diedarkan tersangka ke sejumlah wilayah di Bekasi dan Jakarta, dengan sasaran masyarakat umum. Namun, polisi yang menyamar sebagai pembeli berhasil meringkusnya tanpa memberikan perlawanan.

"Begitu dapat informasi, polisi menyamar sebagai pembeli," kata Kompol Erna.

Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan polisi sedang memburu pria bernama Bere, yang diduga sebagai bandar sabu dan ecstasy . Bere sebelumnya memasok barang haram tersebut kepada tersangka Ali Rosa.

"Kami masih mendalami keterangan tersangka yang sudah tertangkap lebih dulu," kata Kapolres.

Tersangka pengedar sabu dan ecstasy Ali Rosa kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Timur, dijerat dengan pasal pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, ancamannya hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Polresta Depok Bekuk Pemeran dan Pembuat Video Mesum Gay

Pemeran dan Pembuat Video Mesum Gay di Depok Ternyata Instruktur Fitness

Minggu, 21 Januari 2018 14:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua pria pelaku pembuatan dan penyebaran video mesum sesama jenis atau gay, sekaligus pemeran video mesum tersebut dibekuk aparat Polresta Depok dan Polsek Pancoran Mas, Sabtu (20/1/2018) malam sekira pukul 23.00. WIB.

Mereka dibekuk di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kedua tersangka adalah RS, 21 tahun, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, Lampung Selatan serta Muh alias Ar alias Uc, 31 tahun,  warga Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor menuturkan salah satu pelaku adalah pegawai gym atau tempat fitnes Gardha Gym yang berlokasi di Jalan Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Pelaku katanya adalah instruktur di tempat fitness tersebut.

"Satu orang pelaku adalah pegawai gym tersebut atau instruktur fitness. Sementara satu pelaku lainnya, adalah pelanggan di gym atau di tempat fitness. Pelanggan fitness inilah yang meng-upload-nya ke media sosial twitter," kata Kapolsek kepada wartawan, Minggu (21/1/2018).

Karenanya, kata Kapolsek, kedua pelaku dibekuk pihaknya di tempat gym tersebut, Sabtu malam.

"Mereka kami amankan di tempat fitness di Jalan Sawangan, Pancoran Mas," kata Kapolsek.

Sementara itu Kanit Krimsus Satreskrim Polresta Depok, AKP Firdaus menuturkan dari tangan kedua pelaku pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait pembuatan dan penyebaran video mesum mereka.

"Yakni satu buah kaos oblong putih, serta tiga buah HP atau smartphone. Yakni masing-masing merk Oppo, Samsung, dan Sony," kata AKP Firdaus, Minggu (21/1/2108).

AKP Firdaus mengatakan para pelaku diketahui membuat video adegan mesum atau video porno gay, sesama jenis di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamayan Pancoranmas, Depok dan kemudian di upload ke akun twitter @prassongsup, pada Rabu 21 Juni 2017 lalu.

"Tujuan pelaku menyebarkan video intim tersebut di twitter, sebagai sarana memasarkan diri sebagai seorang pemuas nafsu kaum gay," kata AKP Firdaus.

Bayarannya, kata AKP Firdaus, mulai dari Rp 300.000 sampai dengan Rp 700.000 untuk sekali layanan.

Menurut AKP Firdaus dari pengakuan pelaku, mereka tidak tergabung dengan komunitas LGBT tertentu.

"Namun untuk mencari pasangan, para pelaku menggunakan aplikasi media sosial HORNET yang merupakan medsos khusus Gay," katanya.

Dibekuknya kedua pelaku, kata AKP Firdaus berdasarkan laporan Yos Desambra, pemilik tempat gym yang merasa dirugikan nama baiknya oleh para pelaku.

Atas perbuatannya kata AKP Firdaus, kedua tersangka dijerat Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.

"Kami masih dalami dan kemungkinan mengembangkan jaringan prostitusi gay dari para pelaku," kata AKPFirdaus.

20 Januari 2018

Beraksi Sudah Belasan Kali, Empat Begal Sepeda Motor Diciduk Polres Metro Jakarta Selatan

Beraksi Belasan Kali, Komplotan Begal Sadis Diciduk Polisi

Sabtu, 20 Januari 2018 18:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Empat begal sepeda motor yang kerap beraksi sadis dibekuk petugas Polres Metro Jakarta Selatan. Kempat pelaku sudah belasan kali merampok pengendara sepeda motor di sejumlah tempat di Jakarta.

Keempat pelaku yang diringkus yakni, AY, 22 tahun, I, 35 tahun,  M, 35 tahun, dan YE.

Kapolres MetrobJakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, para pelaku terakhir kali melakukan aksinya di bawah jembatan layang Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Adapun pelaku, biasanya beraksi di jam-jam tengah malam, sekira pukul 01.00 WIB. 

"Modusnya mereka pepet sepeda motor korban, mematikannya, dan merampas kunci sepeda motor korban. Bahkan, pelaku sampai mengancam dengan senjata tajam, seperti golok," kata Kapolres pada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (20/1/2018).

Menurut Kapolres, keempat pelaku memiliki peran masing-masing, yakni AY, M, dan I sebagai driver yang memboncengi pelaku lainnya. Lalu, YE berperan membuntuti dan mengintai korbannya, sekaligus menjaga situasi agar aksinya berjalan mulus.

"Tersangka M mengambil kunci motor, sedang tersangka lainnya yang DPO, J menakuti korban dengan golok," tuturnya.

Komplotan ini diringkus di kawasan Jakarta Selatan, di tempat dan waktu yang berbeda. Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa tiga handphone, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna cokelat.

Kini, keempat pelaku itu dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancamannya hukuman 12 tahun penjara.