21 Oktober 2017

Aniaya Bos Sembako, Ketua Geng Remaja Ditangkap Tim Jaguar Polresta Depok di RS Fatmawati

Sabtu, 21 Oktober 2017 18:55 WIBWIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Jaguar Polresta Depok membekuk seorang pria pelaku penganiayaan terhadap bos toko sembako di Depok. Pria diketahui berinisial B, 17 tahun, diringkus di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017) dini hari.

Tersangka sebelumnya sempat buron setelah menganiaya Rifandi, 20 tahun, seorang pemilik toko sembako di Jalan Pramuka II, Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (12/10/2017) pekan lalu.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus mengatakan, B ditangkap saat sedang mengobati tangannya yang terluka di RS Fatmawati.

"Didapat informasi pelaku terluka akibat sabetan senjata tajam di tangan dan dibawa ke RS Fatmawati. Petugas kemudian langsung menjemput dan mengamankan pelaku," kata Iptu Winam saat dihubungi, Sabtu siang.

Menurut Iptu Winam, B adalah ketua dari geng remaja yang kerap meresahkan masyarakat. Penganiayaan terhadap Rifandi diketahui disebabkan karena korban tak bersedia memberikan uang yang diminta oleh B.

"Pelaku yang putus sekolah dan hanya tamat SMP ini memang kerap kali sering berulah di Depok maupun di luar Depok. Sering terlibat tawuran antar-kelompok dan merusak jika tidak dikasih apa yang diminta," ucap Iptu Winam.

Akibat perbuatannya, B kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Pancoran Mas. Ia terancam dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan perkiraan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Selama Oktober 2017, Sebanyak 273 Kendaraan Gunakan Lampu Strobo/sirine Ditilang

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kepolisian Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindak ratusan kendaraan bermotor yang menggunakan rotator dan sirine/lampu strobo yang bukan peruntukannya. Dalam razia gabungan yang dilakukan polisi dan instansi terkait selama Oktober 2017, sudah ada sekitar 273 pengendara yang menggunakan dua alat tersebut ditilang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, ada ratusan kendaraan yang terdiri dari roda dua dan roda empat ditindak lantaran memakai rotator dan sirine tanpa hak.

"Dari 11 Oktober hingga 19 Oktober pelaksanaan operasi penggunaan lampu isyarat atau rotator dan sirine tanpa hak, ada 273 pengendara kendaraan bermotor ditilang," ujarnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Sabtu (21/10/2017).

Dalam operasi itu, kata Kombes Halim, polisi juga menyita barang bukti berupa 160 Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 113 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dari 273 pengendara kendaraan bermotor yang ditilang. Pengendara yang menggunakan rotator atau sirene tanpa hak paling banyak ditemui di wilayah Jakarta Pusat karena ada 51 pengendara ditilang di wilayah itu.

Kemudian di Jakarta Timur sebanyak 32 pengendara, sedang di Jakarta Utara sebanyak 22 pengendara terjaring operasi penggunaan rotator dan sirene tanpa hak.

20 Oktober 2017

Ditagih Uang Rp10 Ribu, Pak Ogah Habisi Teman Sendiri di Penjaringan

 Jum'at, 20 Oktober 2017 20:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Hanya karena hal sepele, seorang pak ogah tega menusuk teman seprofesi hingga tewas di Jalan Fajar Aladin, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban pemuda 20 tahun tewas ditusuk di bagian dada oleh temannya yang meminta uang Rp 10 ribu hasil memalak sopir.

Tim Resmob Polsek Metro Penjaringan yang mendapat laporan kemudian melakukan olah TKP. Korban diketahui sebagai Facri. Sejumlah saksi dimintai keterangan hingga polisi meringkus Indria alias Tanceng, 18 tahun, yang bersembunyi di rumahnya, tak jauh dari tempat ia beraksi. 
“Sebelumnya korban ini sudah cek-cok mulut karena uang korban Rp10 ribu dibawa pelaku. Jadi korban mendatangi rumah pelaku untuk minta uangnya yang merupakan hasil kerjanya sebagai pak ogah,” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Anwar Haidar, Jum'at (20/10/2017).
Menurut Kapolsek, pelaku sebelumnya sudah kesal dengan korban lantaran mengetahui istrinya yang sedang hamil didorong korban. “Pelaku ini juga sudah kesal istrinya didorong sama korban. Ya puncaknya saat korban datang ke rumah pelaku minta uangnya, kemudian emosi hingga berkelahi,” ujarnya.
Pembunuhan itu terjadi pada Kamis (19/10/2017) sekira pukul 18.00 WIB. Korban saat itu mendatangi rumah pelaku ingin meminta uang Rp10 ribu jatahnya sebagai pak ogah. Saat bertemu korban, pelaku yang sudah kesal tidak melayani permintaan korban. Keduanya kemudian cek-cok mulut hingga akhirnya duel di depan rumah pelaku.
Keributan itu sempat dipisahkan seorang warga, Nepih. Namun keduanya malah semakin bprutal berkelahi. Pelaku yang sudah emosi kemudian lari ke dapur rumah mengambil pisau dapur. Saat itu juga pelaku langsung menyerang korban hingga mengenai bagian tengah dada. Korban langsung tersungkur bersimbah darah tergeletak di jalan.
Keributan itu didengar kakak pelaku. Namun ketika keluar, ia mendapati korban sudah terkapar. Kakak pelaku ini kemudian menyiram wajah korban karena mengira hanya pingsan. Ia kaget ketika pemuda itu tidak lagi bernafas. Tim Resmob Polsek Metro Penjaringan yang mendapat laporan kemudian membawa jasad korban ke RSCM untuk di visum.
Polisi meringkus pelaku berikut barang bukti berupa pisau di kolong tempat tidur. Pelaku pun dibawa ke kantor polisi.
Dihadapan penyidik pelaku mengakui semua perbuatannya menghabisi nyawa pelaku. Ia mengakui korban adalah teman dekatnya. Selain kesehariannya bersama-sama mnejadi pak ogah, mereka juga kerap menjadi petugas parkir liar di kawasan Teluk Gong Penjaringan.
“Saya nyesal pak, pas dia minta uangnya saya lagi emosi. Beberapa hari lalu istri saya lagi hamil pernah didorongnya hingga jatuh,” ucap Indria di hadapan petugas.

Polsek Kelapa Dua Tangkap Tiga Pencuri Spesialis Pabrik, Satu Terpaksa Ditembak

Jum'at, 20 Oktober 2017 19:54 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Anggota Tim Buser Polsek Kelapa Dua Tangsel berhasil menangkap tiga pelaku komplotan pembobol pabrik yang kerap beraksi di Kabupaten Tangerang. Satu dari tiga pelaku yang tertangkap terpaksa ditembak kakinya.
“Pelaku ada tiga orang. Mereka ini para kawanan pembobol pabrik di Balaraja, Cikupa dan Jatiuwung,” kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Endang Sukmawijaya kepada wartawan, Jumat (20/10/2017).
Ketiga pelaku ditangkap tim buser pimpinan Kanit Reskrim AKP Mukmin di rumah kontrakan kawasan Bencongan, Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Ketiganya Sukma alias Dower (25 tahun), Dani Dahlan alias Bodong (21 tahun), dan Saryono (24 tahun). Sukma terpaksa ditembak kakinya  oleh petugas.
“Dia adalah residivis. Tindakan tegas terukur terpaksa kami lakukan lantaran berusaha kabur saat penyergapan,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, para pelaku menggunakan peralatan untuk menjebol pabrik dengan obeng. Sebelumnya para pelaku mensurvei lokasi dengan menggunakan mobil sewaan.
“Selanjutnya mereka berputar-putar untuk mencari sasaran yang sudah tutup dan situasi sepi,” imbuhnya.
Setelah mendapat sasaran, Sukma Cs kemudian melompat pagar pabrik dan menjebol jendela dengan obeng. Setelah itu masuk ke dalam pabrik untuk mengambil barang-barang. “Setelah berhasil mengambil barang-barang para tersangka meninggalkan TKP dengan menutup kembali jendela ataupun pintu yang sudah dirusak,” ujar Kapolsek.
Kanit Reskrim AKP Mukmin menambahkan, para pelaku sudah melakukan aksi pembobolan pabrik sebanyak 4 kali. Mereka adalah komplotan spesialis pembobolan pabrik. “Mereka melakukan aksi di wilayah Balaraja, Cikupa Kabupaten Tangerang dan Jatiuwung, Kota Tangerang, ” tandasnya. 

Polsek Metro Kemayoran Tangkap Pencongkel Spion yang Beraksi di Jalan Angkasa

Jum'at, 20 Oktober 2017 15:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Kemayoran berhasil menangkap bandit pencongkel spion mobil Toyota Harrier yang kerap beraksi di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017) siang.

“Satu pelaku kabur bersama sepeda motor yang dikendarai,” papar Panit Reskrim Polsek Metro Kemayoran, Iptu Heri Widodo.

Pelaku yang diamankan bernama Dwi Rian Wicaksono,20 tahun, warga asal Kelurahan Jambu Luwuk, Ciawi, Bogor, Jabar, sempat diamuk massa dan kini diamankan petugas ke kantor polisi. Dari tangan pria kelompok Ciawi itu disita kaca spion sebelah kiri mobil Toyota Harrier B 10 JHN.

Kapolsek Metro Kemayoran, Kompol M Rosid, mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, korban bernama ‎Jimmy Hans, 34, asal Jalan Sumba, Patunuang, Makasar, Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, sedang mengendarai mobil datang dari arah Sunter, Jakarta Utara. Saat melintas di Jalan Angkasa, situasi sedang macet hingga laju perjalanan berjalan pelan.

Dua bandit sejak awal sudah membuntuti terus membuntuti mobil tersebut. Begitu mendekat ke mobil pria yang diboonceng turun namun warga sempat tidak mencurigain. Setibanya di sebelah kiri, bandit pencongkel spion mobil itu dalam waktu hitungan detik mendongkel kaca spion. Setelah kaca didapat, pria yang sudah sering beraksi itu kabur menghampiri temannya yang nongkrong diseberang jalan.

Tapi korban yang terus mengejar sambil berteriak maling..maling hingga mengundang perhatian massa. Sementara dua anggota polisi berpakaian dinas sedang melintas di sepanjang jalanan, melihat pelaku diuber massa, petugas yang lagi melintas melihat kejadian segera mengejar pria yang kabur sambil menenteng kaca spion mobil.

Berkat kesiapan petugas, ‎akhirnya bandit spesialis congkel spion itu berhasil ketangkap setelah anggota polisi menabrak hingga pelaku tersungkur. Dalam kondisi tak berdaya, bandit jalanan itu kemudian dibawa ke Mapolsek Metro Kemayoran berikut barang bukti kaca spion mobil hasil ke‎jahatan. Sementara satu pelaku lainnya kabur bersama sepeda motor yang mereka kendarai.

“Dari hasil catatan di kepolisian, pelaku asal Ciawi itu sudah sering beraksi namun baru kali ini ketangkap,” ujar Kapolsek.

Wanita Muda Bugil Bunuh Diri di Rel Kereta Api Tambun


Jum'at, 20 Oktober 2017 14:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Mayat seorang muda yang belum diketahui identitasnya bunuh diri dengan cara tidur di perlintasan rel kereta api di Kampung Tambun RT 06/RW 02 Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (20/10/2017) pagi. Saat ditemukan, wanita tanpa mengenakan pakaian itu, tubuhnya terpotong menjadi dua bagian.

Menurut keterangan saksi Sudirman, 42 tahun, Ketua RT setempat, mengatakan peristiwa terjadi pada Jumat (20/10/2017) subuh. Menurutnya, sebelum tubuhnya tergilas kereta, wanita itu telah melepaskan seluruh pakaiannya. Warga sekitar melihat kondisi korban dalam keadaan tanpa busana. Bagian tubuh mulai dari pinggang hingga kaki ada di antara rel sisi utara, sedangkan bagian perut hingga kepala terpental ke luar rel.

Menurutnya, korban berusia antara 20-30 tahun, memiliki rambut sebahu, tinggi badan sekitar 155 sentimeter serta kulit sawo matang. "Tubuhnya terseret puluhan meter dari lokasi dia tengkurap," katanya.

Jasad korban pertama kali diketahui Jeje, 46 tahun, petugas jaga jalur lintasan KA. Di sekitar lokasi, masih terdapat pakaian korban berupa celana panjang warna cokelat, kaos bergaris coklat putih serta hijab warna krem, dan pakaian dalam korban. Diperkirakan, kejadian sekira pukul 04.15 WIB, saat kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melintas ke arah Jakarta.

‎Anggota Polsek Tambun, Polres Metro Bekasi yang datang ke lokasi kejadian, tidak menemukan kartu identitas korban. Kemudian jasad korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk diselidiki lebih lanjut.

Petugas Satlantas Polresta Depok Amankan Dua Remaja Bawa Senjata Tajam

Petugas menunjukkan senjata tajam yang disita dari pelaku.(angga)
Jum'at, 20 Oktober 2017 14:26 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satlantas Polresta Depok berhasil mengamankan dua remaja pengendara sepeda motor yang kedapatan membawa senjata tajam di atas jembatan flyover Jalan Arif Rahman Hakim, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (20/10/2017) siang.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan kedua remaja berusia belasan tahun diamankan petugas setelah sepeda motor Honda Beat Putih B 3967 ELE yang dikendarai diberhentikan petugas lantaran sedang pelaksaan operasi.

“Kedua remaja berhasil ditangkap oleh Aiptu Heru dan Aipda Apit pada saat sedang melakukan operasi razia. Sewaktu digeledah ditemukan tiga bilah celurit langsung diamankan petugas, sedangkan seorang temannya berhasil kabur, ” ujarnya kepada wartawan.

Kompol Sutomo mengatakan kedua pelaku tersebut adalah RS, 14 tahun , warga Jalan Buni, Beji, lalu temannya TH, 17 tahun, warga Jalan Kepundang, Beji Timur, Kota Depok.

“Petugas lapangan langsung membawa kedua remaja tersebut ke Mapolresta Depok untuk diselidiki lebih jauh,”katanya.

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Empat Pengedar Sabu dan Ecstasy

Empat Pria Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap, Pimpinannya Bandar yang Mendekam di Lapas
Jum'at, 20 Oktober 2017 13:54 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan meringkus empat pria yang mengedarkan narkotika jenis sabu dan pil ecstasy di wilayah Jakarta Selatan.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan,  Kompol Vivick Tjangkung menuturkan, keempat tersangka berinisial AK, MR, AT, dan TS. "Keempatnya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Barang bukti yang didapatkan juga berbeda, tapi mereka semua satu jaringan," ungkapnya.

Kompol Vivick memaparkan, polisi pertama kali meringkus AK di sebuah rumah di kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru pada 14 Oktober lalu. Dari AK, polisi menyita 30 paket sabu seberat 10,64 gram. Dari keterangan AK, polisi mengantongi tiga nama lain.

"Tiga tersangka lain kami tangkap di Kebayoran Lama, Sawah Besar, dan Tebet. Kami peroleh kurang lebih 51, 2 gram sabu dan sembilan pil ecstasy," kata Kompol Vivick kepada wartawan, Jum'at (20/10/2017).

Lewat proses penyidikan, diketahui keempatnya dikomandoi oleh seorang bandar yang tengah mendekam di salah satu lapas di kawasan Jadetabek. "Alur peredaran dan penjualannya ditentukan oleh pelaku yang ada di lapas ini. Kami masih kembangkan lebih lanjut," jelas Kompol Vivick

Polsek Pancoran Mas Amankan 8 Granat Asap dan 15 Butir Peluru Gas Air Mata

Jumat, 20 Oktober 2017 13:30 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Pancoran Mas Depok mengamankan delapan buah granat asap aktif dan 15 peluru gas air mata di Tempat Pembuangan Sampah Cipayung, Kota Depok. Granat dan gas air mata itu merupakan buatan PT Pindad.

"Ada beberapa granat dan gas air mata itu yang terdapat tulisan PT Pindad," kata Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor saat dikonfirmasi, Jumat (20/10/2017).

Menurut Kapolsek, amunisi buatan PT Pindad ini ditemukan oleh petugas satuan keamanan TPA Cipayung yang tengah berpatroli pada Kamis sore kemarin. "Dia melihat karung mencurigakan dan melihat ada beberapa buah granat yang tercecer keluar dari karung. Satpam bernama Syarifudin ini karena lihat benda yang memiliki pemicu langsung melaporkan ke polisi," ujar Kapolsek.

Saat polisi ke lokasi, kata Kapolsek, granat dan gas air mata masih terbungkus plastik. Polisi memastikan bahwa benda-benda ini tidak berbahaya. "Kemudian granat asap diamankan ke Mapolsek Pancoran Mas," ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, penemuan 8 granat asap dan gas air mata ini akan dilaporkan ke Gegana Brimob Polri. Hal ini untuk penyelidikan lebih lanjut asal benda tersebut. "Saat ini belum bisa dipastikan soal kepemilikan granat asap ini," katanya.

Waktu penemuan granat asap dan amunisi tersebut sekira pukul 15.15 WIB. Begitu mendapatkan laporan polisi langsung ke lokasi. "Setengah jam kemudian dilakukan penyisiran dan mengamankan lokasi," ujar Kapolsek.

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap (P-21), Pretty Asmara Segera Disidang Kasus Narkoba

FOTO-FOTO MESRA ARON ASHAB DAN PRETTY ASMARA, UMBAR PELUK ...
Jum'at, 20 Oktober 2017 13:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara kasus narkoba dengan tersangka artis Pretty Asmara telah lengkap (P-21). Dengan demikian maka Pretty akan segera menjalani persidangan.

Pretty dituding menjadi penghubung bandar narkoba ke kalangan artis Indonesia.

"Berkas telah dinyatakan P-21 oleh Kejati DKI," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (20/10/2017).

Kabid Humas menambahkan, dengan berkas dinyatakan lengkap maka Pretty akan segera disidang.

"Tersangka dan barang bukti telah kami limpahkan ke kejaksaan pada Senin (16/10/2017) kemarin," kata Kabid Humas.

Pretty ditangkap polisi pada Selasa (18/7/2017) bersama bandar narkoba bernama Hamdani, di salah satu hotel di Jakarta. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa akan ada pesta narkoba di hotel tersebut.

Dari penangkapan terhadap keduanya, polisi melakukan pengembangan dengan menggeledah sebuah kamar di hotel itu dan menemukan 0,92 gram sabu.

Berdasarkan keterangan dari Hamdani dan Pretty, mereka telah menyuplai barang haram tersebut kepada AL di tempat karaoke hotel. Polisi langsung bergerak ke tempat karaoke. Hasilnya polisi mendapatkan 1,12 gram sabu, 23 butir ekstasi, 38 butir happy five, dan mengamankan tujuh artis lainnya.