22 April 2018

Polsek Metro Kalideres Tembak Pelaku Curanmor Modus Test Drive

Minggu, 22 April 2018 19:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Arifin Tan, 36 tahun,  seorang residivis kasus pencurian sepeda motor akhirnya menyerah setelah timah panas polisi menembus kakinya. Dia ditembak lantaran melawan saat akan ditangkap. Sabtu (14/4/2018), sebelum ditangkap, Arifin beraksi di Jalan Tanah Lot Perum Daan Mogot Baru depan Pintu Parkil Mall Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Kalideres, Kompol Effendi menjelaskan, pelaku membawa kabur sepeda motor milik Yuda Sri Mangku Alam, 35 tahun. Pelaku berpura-pura sebagai calon pembeli sepeda motor milik karyawan swasta warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat yang hendak dijual.

“Pelaku membawa kabur sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC milik korban dengan dalih test drive,” kata Kapolsek, Minggu (22/4/2018).

Arifin sempat mendatangi kediaman Yuda dengan dalih ingin mengecek kondisi sepeda motor yang akan dijual. Setelah motor diperlihatkan dengan tipu muslihat pelaku memperdayai korban untuk mengijinkan melakukan test drive. Tanpa rasa curiga korban mengijinkan.

“Tapi setelah ditunggu beberapa jam pelaku tidak kembali membawa motor korban,” kata Kapolsek.

Pelaku sadar ditipu dan langsung melapor ke Polsek Kalideres. Polisi melakukan pengejaran dan mendapatkan informasi pelaku maupun alamat rumahnya di Gang Pasar Jaya, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (21/4/2018) kemarin.

“Sepeda motor ternyata telah dijual Rp7 juta, saat diminta menunjukkan lokasi penadah dia berusaha kabur hingga diambil tindakan tegas dengan menembak kakinya, baru menyerah,” beber Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan telah menangkap penadah bernama Hariyanto Wijaya, 37 tahun, di daerah Tangerang.

“Sementara ngakunya baru sekali ini tapi dia kan tau kalau itu motor tidak bener,” kata AKP Syafri.

Penabrak Temannya Hingga Tewas Usai Pesta Miras Dibekuk Saat Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni

Lokasi kejadian tabrak lari

Minggu, 22 April 2018 08:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim gabungan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Unit Reskrim Polsek Metro Tambora menangkap tersangka penabrak lari yang mengakibatkan Dheky Parnarindha, 32 tahun,  meninggal dunia. Pelaku tidak lain adalah rekan korban sendiri. Tersangka atas nama Kamsin, 35 tahun, dibekuk Sabtu (21/4/2018) dini hari di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Penangkapan dipimpin oleh Kanit Krimum Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri atas perintah Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar AKBP Edy Suranta Sitepu. 

“Pelaku dengan sengaja membunuh rekannya dengan modus tabrak lari,” kata Kapolsek Metro Tambora, Kompol Ivertson Manosoh, Minggu (22/4/2018).

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Kapolsek, dia tega menabrak rekannya hingga meninggal dunia karena pelaku kesal dengan korban saat memainkan gas sepeda motor di depan mobilnya hingga menimbulkan suara berisik.

Kejadian sendiri pada Kamis (19/4/2018) dini hari dimana Dheky dan pelaku bersama teman-temannya diantaranya Evi Dwi Rahayu, 18 tahun, Tiara Safitri, 17 tahun, Dede, Imam, dan Cungkring berkumpul di kompleks Jembatan Gantung, Penjaringan, Jakarta Utara untuk berpesta minuman keras.

Pada pukul 03.00 WIB mereka pergi dari lokasi dengan konvoi di jalanan. Dheky mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja jalan paling depan, disusul Imam berbocengan Honda CB dengan Cungkring. Kemudian Kamsin mengendarai mobil Suzuki Ignis bersma Evi. Sedangkan Tiara dan Dede berada paling belakang menumpang ojek.

“Ketika melintas di Jalan Kopi depan Bank Victoria, Roa Malaka, Tambora, terjadi permasalahan dimana korban (Dheky) dan Imam berhenti di tengah jalan menghalangi mobil pelaku sembari memainkan gas sepeda motor dengan suara keras berulang kali,” kata Kapolsek.

Tindakan mereka memancing amarah Kamsin yang langsung menancap gas, pertama menabrak motor yang dikendarai Imam dan Cungkring kemudian menabrak motor yang dikendarai Dheky.

“Korban (Dheky) terpental membentur trotoar hingga meninggal dunia. Sementara dua temannya selamat hanya luka-luka,” beber Kapolsek.

Bukannya memberikan pertolongan, pelaku justru meninggalkan rekannya tergeletak bersimpah darah di pinggir jalan. Panik, pelaku meninggalkan mobilnya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara dirinya melarikan diri menuju Lampung.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit Suzuki Ignis silver metalik R-9278-QK milik pelaku, 1 unit motor Kawasaki Ninja hitam A-5054-MV milik korban, 1 unit motor Honda CB 150 hitam G-3607-WQ milik saksi, dan pakaian korban. Pelaku di jerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan, atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman 15 tahun penjara.

21 April 2018

17 Kali Menjambret Wanita Pengendara Mobil, Iqbal Ditangkap Polsek Metro Kelapa Gading

Sabtu, 21 April 2018 10:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sepak terjang bandit jalanan ini berakhir di tangan anggota buser Polsek Metro Kelapa Gading. Iqbal adalah satu dari dua tersangka yang diciduk di perempatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jumat (20/4/2018) malam. Kepada polisi pemuda 18 tahun itu mengaku sudah belasan kali merampas HP termasuk ponsel milik wanita pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

“Sasaran tersangka adalah wanita pengendara mobil,” kata Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Arif Fazlulrahman, Sabtu (21/4/2018).

Dijelaskan Kompol Arif, tersangka Iqbal ditangkap setelah pihaknya menerima laporan atas perampasan HP milik Risdalina, wanita PNS Polri. Peristiwa yang dialami Risdalina terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Goro, Kelapa Gading, pada Jumat (20/4/2018) sore. Saat itu korban sendirian mengendari mobil. Di lokasi kejadian, kendaraan korban terjebak macet di jalur paling kanan bersebelahan dengan lajur busway.

“Waktu itu korban sedang menggunakan HP dengan kondisi kaca samping terbuka,” ucap Kompol Arif. Tak berselang lama datang sepeda motor ditumpangi dua pemuda, melaju kencang dari jalur busway, satu di antaranya tersangka Iqbal. Sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z itu kemudian berhenti tak jauh dari mobil korban. Selanjutnya, tersangka Iqbal yang saat itu dibonceng turun dari jok sepeda motor dan mendekati kendaraan korban. Setelah itu HP merk Zen Phone dirampas dari genggaman korban.

Setelah HP berpindah ke tangan Iqbal, penjahat spesialis ini kabur dengan melompati pembatas jalan busway dan tancap gas bersana motor yang sudah siap menanti.

Mendapat laporan, sejumlah anggota buser Polsek Kelapa Gading di bawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Syan Ramadhan langsung melakukan perburuan terhadap kawanan tersangka yang sudah diketahui ciri cirinya tersebut. Di dekat TL Cocacola , petugas memergoki dua pemuda berkendaraan Yamaha Jupiter Z sedang mencoba melalukan perampasan.

“Satu tersangka berhasil kami amankan,” kata kapolsek. Kepada petugas Iqbal mengaku sudah 17 kali melakoni aksi serupa di kawasan tersebut. “Saya gonta ganti pasangan. Selalu mengincar wanita pengemudi mobil yang terjebak macet,” akunya.

Lagi, Lima Pria Paruhbaya di Jatiasih Tewas Akibat Miras Oplosan

Miras jenis sopi yang banyak beredar di Merauke, Papua.

Miras jenis sopi yang banyak beredar di Merauke, Papua.

Miras jenis sopi yang banyak beredar di Merauke, Papua.

Sabtu, 21 April 2018 11:50 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Minuman keras (miras) oplosan merenggut korban jiwa. Kali ini, lima pria paruhbaya di Jatiasih, Kota Bekasi dikabarkan tewas akibat pesta minuman keras (miras) oplosan yang berlangsung pada Jumat (13/4/2018) lalu. Kelimanya tewas dalam rentang waktu berbeda dan sempat mengeluh sakit di bagian dada. 

Kasus ini terjadi di Perumahan Kodau Jalan Kalaba RT 03/02, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kelima pria paruh baya yang tewas bernama Imron, 47 tahun, Hermadi, 58 tahun,  Yopi Arnes, 50 tahun,  Herry Zantol Baso, 57 tahun, dan Alvian, 52 tahun.

Pada Jumat (13/4/2018) siang, mereka berlima menggelar pesta miras yang dibeli dari warung jamu milik Untung Husein Wargono, 58 tahun, yang tak jauh dari perumahan.

Malam harinya, Imron mengeluh sakit di bagian dada dan Sabtu (24/4) dini hari meninggal dunia. Pada pagi harinya jenazah Imron dimandikan dan dikebumikan. Bahkan empat korban yang tewas ini, sebelumnya sempat ikut membantu proses pemakaman Imron.

Seakan belum puas, keempat korban yakni Hermadi, Yopi, Herry dan Alvian kembali menggelar pesta miras pada Selasa (17/4/2018) malam. Kali ini enam warga lainnya bernama Elvis, Buluk, Ula, Indra, Radik dan Jeki ikut dalam pesta miras tersebut.

Pada Rabu (18/4/2018) pukul 14.00 WIB, Alvian meninggal dunia. Kepergiannya kemudian disusul Yopi yang tewas pada Kamis (19/4/2018) pukul 00.30 WIB,  Hermadi pada Kamis (19/4/2018) pukul 01.40 WIB dan Herry pada Jumat (20/4/2018) pukul 08.00 WIB. Sementara, Indra masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiasih, AKP Umar Wirahadikusuma mengatakan, para korban yang meninggal dunia sebelumnya sempat mengeluh mual, napas sesak dan pandangan mata kabur. Polisi menduga, para korban mengalami keracunan dari miras oplosan yang dibuat Untung.

“Pelaku sudah kami bawa ke kantor untuk kepentingan penyelidikan,” kata AKP Umar pada Jumat (20/4/2018) malam.

Menurut AKP Umar, sebelum tewas para korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit berbeda, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Kartika Husada dan RS Mas Mitra. Namun, diduga mereka tidak mampu menahan bahan kandungan miras yang dicampur itu, maka korban meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dia membuat miras dengan meracik menggunakan air mineral, minuman energi, minuman soda dan alkohol 10 persen serta madu. Sebutannya Teh Pucuk,” kata AKP Umar.

Sementara itu, adik salah satu korban Hermadi, Suryadi, 52 tahun, menyayangkan adanya kejadian ini. Dia juga pernah mengingatkan sang kakak untuk berhenti mengonsumsi miras. Adapun Hermadi tercatat sebagai warga RT 05/02 Perumahan Kodau yang biasa berinteraksi dalam satu tempat tongkrongan di Perumahan Kodau.

“Kebetulan di kompleks saya ini ada penjual minuman keras oplosan bernama Untung (55) di Jalan Kalabar Blok J Perumahan Kodau sejak setahun lalu. Tapi dua bulan belakangan muncul pesaingnya,” katanya.

Persaingan bisnis tersebut, kata Suryadi, diduga memicu tindakan nekat Untung untuk menambah kadar metanol di minuman keras oplosannya. Sejak saat itu, korban meninggal dunia mulai berjatuhan di Kompleks Kodau.

“Korban meninggal dunia yang terakhir adalah kakak saya, sementara teman-temannya lebih dulu,” ujarnya:

Dia menjelaskan, peristiwa tewasnya Hermadi bermula saat yang bersangkutan tidak sadarkan diri pada Jumat (20/4/2018) pukul 00.30 WIB dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter mendiagnosa sistem organ berupa lambungnya pecah dan menjalar ke organ tubuh lain, sampai akhirnya dia meninggal Jumat subuh.

Insiden tersebut memicu kemarahan keluarga korban yang langsung menggerebek kios penjualan miras oplosan milik Untung dengan dipimpin Suryadi. “Saya marah, abang saya meninggal gara-gara dagangan Untung. Saya panggil polisi sore tadi dan kita gerebek," ujarnya. Saat ini, Untung bersama sejumlah barang bukti dagangannya sudah disita tim kepolisian dari Polsek Jatiasih.

Empat Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di TKP Kejahatan


Sabtu, 21 April 2018 06:32 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Rusaknya tempat kejadian perkara (TKP), kerap menjadi kendala penyelidikan menyebabkan penyidikan sejumlah kasus kejahatan. Salah satu penyebab rusaknya TKP kejahatan, bisa berasal dari warga yang ada di lokasi kejahatan.

Mungkin tanpa disadari, warga yang berkerumun, atau sampai mengutak-atik lokasi kejahatan, berpotensi merusak TKP.

Banum Daktiloskopi Identifikasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Aipda Wahyudin mengatakan, ada empat hal yang tidak boleh dilakukan warga di TKP kejahatan. Berikut empat hal tersebut ;

1. Berada terlalu dekat dengan TKP
Menurut Aipda Wahyudin, berada terlalu dekat dengan TKP, dapat menyulitkan proses penyelidikan. "Jika ada warga terlalu dekat dengan TKP, ia akan meninggalkan jejak kaki atau jejak lainnya berupa aroma tubuh," ujarnya.

Akibatnya, jejak dan aroma yang tertinggal dari pelaku, yang sebenarnya dapat dengan mudah dilacak oleh anjing pelacak, akan tersamarkan. Baca juga : Membegal di 15 TKP, Kelompok Pelajar di Bandung Ditangkap Selain itu, kata dia, berada terlalu dekat dengan TKP memungkinkan seseorang meninggalkan jejak lainnya berupa potongan rambut. Dampaknya pemilik rambut berpotensi menjadi salah satu tertuduh. 

2. Memegang Barang-barang di TKP
Salah satu petunjuk yang membantu polisi dalam proses penyelidikan adalah, ditemukannya sidik jari pelaku yang tertinggal di barang-barang di sekitar TKP. Jika warga menyentuh barang-barang di sekitar TKP, sidik jari yang tertempel akan menyulitkan proses identifikasi.

"Bukan berarti barang yang sudah tersentuh orang lain akan menghilangkan jejak pelaku sama sekali. Kami tetap punya metode untuk mengidentifikasinya. Tapi, alangkah lebih baik jika barang-barang tersebut steril," tuturnya.

3. Memindahkan Barang di TKP
Hal lain yang tidak boleh dilakukan di TKP kejahatan adalah memindahkan barang-barang. Wahyudin mengatakan, tidak hanya perkara sidik jari, letak barang-barang tersebut juga dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengungkap alur kejadian.

"Jadi, jika ada kasus kejahatan biarkan saja barang-barang itu tetap pada tempatnya, dan menunggu polisi untuk melakukan pengembangan," kata dia.

Jika hal ini dipatuhi, maka pengungkapan alur kejadian suatu kasus kejahatan dapat lebih mudah terpecahkan.

4. Berkerumun terlalu dekat dengan TKP
Menurut Aipda Wahyudi, berkerumun terlalu dekat dengan TKP, menjadi salah satu kebiasaan warga Indonesia yang harus dihilangkan.

Menurut dia, terlalu banyak orang di sekitar TKP memungkinkan potensi kerusakan TKP semakin tinggi.

"Banyak orang, banyak jejak kaki, banyak aroma tubuh yang tertinggal. Akibatnya, jika kami menggunakan bantuan anjing pelacak, maka anjing akan kebingungan juga mencari jejak," kata dia.

Aipda Wahyudi berharap, warga semakin paham mengenai cara-cara menjaga TKP tetap steril demi kelancaran proses penyelidikan.

Salah satu contoh rusaknya TKP seperti yang terjadi pada kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori, pada 2015 lalu. Kasus itu hingga kini belum menemui titik terang.

"Kami sayangkan TKP yang rusak karena begitu banyak warga yang datang sebelum polisi lakukan olah TKP," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, yang saat itu dijabat oleh Brigjen Krishna Murti.

Brigjen Krishna mengatakan, pada malam yang menjadi waktu pembunuhan Akseyna, TKP diguyur hujan yang cukup deras. Kemudian, dari kondisi sepatu Akseyna yang rusak di bagian tumit, ada dugaan pemuda asal Yogyakarta itu diseret. Sehingga, bila TKP tidak rusak, penyidik kemungkinan dapat menentukan jejak yang ditimbulkan di tanah dari penyeretan tersebut.

Brigjen Krishna juga menuturkan, jika TKP tidak rusak, anjing pelacak memiliki potensi besar untuk mengetahui arah larinya pelaku.

Brigjen Krishna mengatakan, rusaknya TKP ini bisa jadi pelajaran untuk kasus-kasus selanjutnya.

20 April 2018

Serah Terima Jabatan 6 Pejabat Utama Polda Metro Jaya

Sertijab 6 PJU Polda Metro Jaya
Jumat, 20 April 2018 15:18 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya menggelar acara serah terima jabatan sejumlah pejabat utama di jajaran Polda Metro Jaya, Jumat (20/4/2018). Dalam acara ini, enam jabatan mendapat komandan baru yakni Karo Rena, Kabid Hukum, Kabid TI, Dirbimas, Dirlantas, dan Kapolres Bandara Soekarno Hatta.

Acara sertijab dimulai pukul 13.30 WIB dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis di Gedung Promoter lantai 2, Polda Metro Jaya. Sejumlah pejabat utama lain dan seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya turut hadir dalam acara ini.

Kabid Hukum Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Rohmat akan menduduki jabatan baru sebagai Kabid RIK Wastu Puslitbang Polri.

Kabid TI Polda Metro Jaya akan dijabat oleh KombesPol Joko Santoso, sementara Karo Rena Polda Metro Jaya akan dijabat oleh Kombes Pol Kasmudi.

Sementara Dirlantas Polda Metro Jaya akan dijabat oleh Kombes Pol Yusuf yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Halim Pagarra.

Kapolres Bandara Soekarno Hatta yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan akan dijabat oleh AKBP Victor Tambunan.

"Bagi pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin untuk bangsa, negara, dan masyarakat. Bagi yang bertugas di pindah, saya doakan semoga sukses di tempat yang baru," ujar Kapolda Metro Jaya.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, acara sertijab ini merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri dalam rangka penyegaran organisasi. "Jadi ini merupakan hal yang lumrah atau istilahnya tour of duty," kata Kabid Humas.

Polsek Tambun Razia Lima Warung Jamu, Sita 100 Kantong Miras Oplosan

Polisi saat mengamankan miras oplosan di Tambun Selatan.(lina)
Jumat, 20 April 2018 14:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polsek Tambun melakukan razia terhadap lima warung jamu yang diduga menjual minuman keras (miras) oplosan di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (20/4/2018) dinihari.

Satu dari Lima warung jamu yang dirazia, kedapatan menyimpan miras oplosan sebanyak 100 kantong plastik ukuran setengah liter. Petugas pun mengamankan pemilik warung bernama Mudin.

“Pemilik berikut barang bukti diamankan di Polsek Tambun untuk dimintai keterangan,”kata Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sujatmiko.

Pemilik, kata Kapolsek, ditanyai sejak kapan menjual miras oplosan tersebut dan bagaimana cara pembuatan mirasan oplosan tersebut. “Kami langsung meminta penjual untuk membuat surat pernyataaan untuk tidak menjual Miras oplosan lagi karena sangat berbahaya dan diserahkan ke piket Reskrim,”katanya.

Sebelumnya empat toko jamu juga digeledah seperti di Jalan Kalibaru RT 004 RW 001 Desa Tridayasakti, perempatan Pasar Mini Kampung Rukem Desa Mangunjaya, Kampung Siluman RT 002 RW 019 Desa Mangunjaya, serta Ruko di Mekarsari Barat Rt.003/017 Desa Mekarsari. Namun keempatnya tak ditemukan miras oplosan.

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Polisi Gadungan Berpangkat Brigjen

Jumat, 20 April 2018 14:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial A. Ia merupakan pengangguran yang mengaku-ngaku sebagai polisi berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) di kawasan Banten.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, pihaknya mengamankan Brigjen gadungan A pada Jumat (20/4/2018) dini hari tadi.

"Kita tangkap tadi malam jam 03.00 WIB di Banten," kata kapolres di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/4/2018).

Kapolres menerangkan bahwa A mengaku sebagai polisi berpangkat brigjen. Dia kemudian melakukan intervensi terhadap penyidik kasus penipuan yang tengah diproses oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

"Karena memang yang bersangkutan awalnya coba melakukan intervensi kepada pemeriksa atau penyidik kita. Intervensi terhadap kasus, ada kasus yang kita tangani, sehingga kami dalami dan merasa curiga," paparnya.

Kemudian, kata Kapolres, saat polisi hendak mengamakan, A sempat mengelak kepada petugas yang sudah datang. Polisi pun langsung membawanya ke Mapolres Metro Jakarta Selatan. Lalu dari lokasi penyergapan pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa pakaian dinas harian, pakaian dinas lepas, dan atribut kepolisian lainnya.

"Kita temukan baju PDH, PDL dengan atribut-atributnya itu lengkap atas nama A," lanjut kapolres.

Atas penemuan tersebut, saat ini polisi langsung mendalami cara A bisa mendapatkan pakaian itu. Kemudian mencari informasi apakah pakaian dinas tersebut disalahgunakan si brigjen gadungan.

"Ini masih kita dalami. Di mana dia beli itu? Kemudian dia gunakan untuk apa saja selama ini? Kan bisa saja. Jangan-jangan dia melakukan hal yang ini, yang tidak baik, yang mengganggu dan meresahkan masyarakat," tandas kapolres.

Selama 2 Pekan, Jajaran Polda Metro Jaya Sita 39 Ribu Miras


Polda Metro Sita 39 Ribu Miras Selama 2 Pekan Razia

Jumat, 20 April 2018 11:17 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya dan Polres serta Polsek jajarannya gencar melakukan razia miras selama dua pekan terakhir. Selama dua pekan itu, polisi menyita 39 ribu botol miras dan mengamankan 180 pelaku.

"Jajaran Polda Metro telah melakukan operasi miras selama periode 1 April sampai 19 April dan berhasil menangkap 180 pelaku. 15 (pelaku) di antaranya dilakukan prosedur penahanan kemudian 165 orang dilakukan pembinaan," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Ribuan botol miras itu disita jajaran polisi di 148 lokasi. Operasi miras akan terus dilakukan untuk menjaga situasi kondusif di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terutama menjelang bulan Puasa.

Dari 39 ribu miras ini di antanya adalah 34.151 botol miras berbagai merek, 661 bungkus miras oplosan, 2.054 botol ciu, 2.933 botol miras anggur merah, 31 jeriken alkohol/etanol, 4 kantong plastik besar miras cap tikus. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti uang sebesar Rp 3.581.000.

Polda Metro Jaya juga telah membentuk Satgas khusus sebanyak yang terdiri dari 2 satgas dan di jajaran Polres sebanyak 13 satgas untuk melakukan operasi ini. Selain operasi miras, pihaknya juga melakukan operasi petasan jelang bulan Ramadhan.

Peredaran miras di wilaya hukum Polda Metro Jaya sudah memprihatinkan. Total ada 33 orang yang meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan selama beberapa minggu terakhir.

"Saya Kapolda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat, kan nggak boleh dalam agama minum miras, saya mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras. Kita komitmen jajaran Polda Metro untuk terus lakukan razia makanya saya bentuk 13 satgas di Polres dan 2 di Polda," tutur Kapolda.

Polres Metro Jakarta Selatan Akan Gelar Rekonstruksi Perampokan yang Tewaskan Pensiunan TNI AL

Kamis, 20 April 2018 10:59 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan menggelar rekonstruksi kasus perampokan yang menewaskan pensiunan TNI AL, Hunaidi, 83 tahun, di Pondok Labu, Jakarta Selatan dengan tersangka Suprianto alias Kirai. 

"Hari Jumat (20/4/2018) ini dilakukan rekonstruksi pukul 13.00 WIB, usai salat Jumat," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar pada wartawan, Jumat (20/4/2018).

Menurut Kapolres, dalam rekonstrukai itu tersangka atas nama Supriyanto rencananya akan dihadirkan memperagakan adegan perampokan sekaligus pembunuhan itu secara langsung. Semua adegan akan diperagakan sesuai urutan kejadian.

"Mulai dia merencanakan mau ke situ, dari kosnya, lalu ke lokasi kejadian, hingga ke titik berikutnya," tutur Kapolres.

Namun begitu, Kapolres belum membeberkan berapa jumlah adegan yang bakal diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Sejumlah personel bakal dikerahkan untuk mengamankan jalannya rekonstruksi itu.