22 April 2017

Kecelakaan Avanza di Mampang, Sopir Wanita Tewas

Pengemudi mobil Toyota Avanza kecelakaan di Mampang (Foto: TMC Polda Metro Jaya)
Sabtu, 22 April 2017 10:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kecelakaan maut kembali terjadi. Pada Sabtu (22/4/2017) dinihari sekira pukul 02.30 WIB, sebuah mobil Avanza tabrakan hebat di depan Pasar Mampang, Jakarta Selatan.

Berdasarkan foto yang diunggah akun twitter TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (22/4/2017), mobil mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping kanan. Kondisinya hancur berantakan.


Informasi dari Iptu Suharno, anggota Unit Yanmas Laka II Ditlantas Polda Metro Jaya, Avanza dengan nomor polisi B 1760 SOK itu dikendarai oleh seorang wanita bernama Natasha Gabriela, 25 tahun, warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang tewas seketika di tempat saat kejadian. Sedangkan penumpangnya juga seorang wanita bernama Rossdiana, 25 tahun, mengalami luka serius kini dirawat di RS. Siloam Asri.


Saat kejadian, Toyota Avanza Nopol B 1760 SOK yang dikemudikan Natasha melaju dari arah Selatan menuju ke Utara  di Jalan Mampang Prapatan Raya. Sesampainya di depan Holand Bakery (Halte Busway Mampang Prapatan) diduga karena kurang hati-hati dan konsentrasi menabrak kendaraan truk tronton Mitsubishi Fuso Nopol B 9079 AE yang dikemudikan Hanfiah, yang sedang berhenti menurunkan barier jalan proyek underpass mampang Prapatan, yang berada di depannya.


Akibat kejadian tersebut kedua kendaraan mengalami kerusakan dan pengemudi Avanza mengalami luka serius hingga meninggal dunia di TKP. Sedangkan penumpang Avanza, Rossdiana, 25 tahun, mengalami luka robek di wajah. Korban meninggal dunia dikirim ke RSCM untuk dilakukan visum, sedangkan korban luka dibawa ke RS. Siloam Asri. Kini kasus masih dalam penyelidikan Satuan Laka Lantas Ditlantas Polda Metro Jaya.
 

Kecelakaan, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Pejompongan


Sabtu, 22 April 2017 09:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kecelakaan sepeda motor terjadi di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017) dini hari. Pengendaranya yang diketahui bernama Mahendra Septian, 26 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal tersebut.

Berdasarkan akun Twitter resmi @TMCPoldaMetro, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 01.05 WIB. Korban bernama Mahendra Septian, 26 tahun, mengendarai sepeda motor Yamaha bernomor polisi B 4494 TAF.

"Kecelakaan pemotor Yamaha B 4494 TAF dekat TL Pejompongan Jakarta Pusat. Korban tutup usia Mahendra Seprtian (26) dan sudah dalam penangana Polri," tulisnya @TMCPoldaMetro.

Belum diketahui penyebab dari kecelakaan tersebut. Peristiwa ditangani Satwil Lantas Jakarta Pusat.

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Tiga Pembacok Anggota Polsek Metro Tanah Abang di Tanjung Priok

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono bersama Kasat Reskrim AKBP Nasriadi menunjukkan pelaku curas yang nekat membacok anggota polisi kepada jurnalis di Mapolres Metro Jakarta Utara, 21 April 2017.
Sabtu, 22 April 2017 08:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Utara menangkap tiga tersangka pengeroyokan dan pembacokan anggota Polsek Metro Tanah Abang, Brigadir Didik Kuncoro. Ketiganya bernama Yang Herlambang, Rahmatul Hadi, dan Asep Suryaman.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono mengatakan, kondisi Brigadir Didik saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Menurut Kapolres, kasus ini berawal saat Brigadir Didik tengah berada di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis 13 April 2017. Brigadir Didik yang merupakan anggota Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat saat itu tengah lewat saat melihat Endi Suhendi, seorang korban lain dikeroyok oleh para pelaku.

"Brigadir Didik yang anggota polisi lewat di lokasi, kemudian berencana menghentikan para pelaku, tapi malah dibacok para pelaku,"ujar Kapolres.

Akibat bacokan itu Brigadir Didik mengalami luka terbuka di bagian kepala dan tangannya. Menurut Brigadir Didik masih ada tiga pelaku lain dari peristiwa tersebut. "Saat ini pihak kepolisian masih mengejar tiga orang pelaku lagi", ujar Kapolres.

Saat mengeroyok dan mencuri telepon seluler milik korban, para pelaku menggunakan badik dan celurit. "Polisi juga mengamankan motor jenis matic milik pelaku,"ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan para pelaku akan dikenakan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. "Bisa juga dikenakan pasal 365 KUHP dan diancam 7 tahun," ujar Kapolres.

Gedung Baru Polres Tangsel Diresmikan Kapolda Metro Jaya

Gedung Baru Polres Tangsel Senilai Rp60 M Diresmikan Kapolda Metro Jaya
Sabtu, 22 April 2017 08:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan meresmikan gedung baru Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Jalan Raya Promoter, No 1, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (21/4/2017). Gedung baru Polres Kota Tangsel tersebut dibangun menggunakan uang APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel senilai Rp60 Miliar.

"Hari ini kami meresmikan kantor Polres Kota Tangsel. Perlu kami sampaikan bahwa gedung ini dibangun dengan uang rakyat, dengan menggunakan dana APBD Pemkot Tangsel. Kami berterima kasih kepada rakyat Tangsel," kata Kapolda.


Untuk itu, Kapolda mengimbau kepada seluruh jajaran Polres Kota Tangsel untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Dia juga meminta agar gedung Polres Tangsel dijadikan sebagai rumah rakyat.

"Kami akan memberikan penekanan kepada seluruh anggota kami, untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara khusus. Karena gedung ini dibangun oleh rakyat, saya juga mengintruksikan kepada seluruh petugas Polres Tangsel dan jajaran untuk menjadikan gedung ini sebagai rumah rakyat," sambung Kapolda.

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta kepada masyarakat Tangsel agar bersinergi dengan jajaran Polres Tangsel dalam melakukan pengamanan lingkungan dan selalu mengontrol kinerja aparat kepolisian di Polres Tangsel.

"Kami juga berpesan kepada masyarakat Tangsel untuk bisa bekerjasama dengan anggota kami. Dan juga dilihat bagaimana perkembangan kinerja anggota kami setelah ada Polres Tangsel," kata Kapolda. 

Polda Metro Jaya Ungkap Penyelewengan Distribusi Minyak Goreng

(Foto: Okezone)
Sabtu, 22 April 2017 08:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar praktik penyelewengan minyak goreng curah di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur. Polisi meringkus dua pelaku berinisial KS dan TA dalam penangkapan itu.

"Ada dua kami tetapkan sebagai tersangka. Satu sopir (KS) dan satu penadahnya (TA)," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadingrat, di kantornya, Jumat (21/4/2017).

Modus kejahatan ini, kata Wahyu, bermula saat KS membawa truk tangki berisi sekitar 16 ton minyak goreng curah dari PT AA di daerah Margonda, Depok ke Bandung. Namun di tengah jalan, KS membelokan truk itu ke tempat TA di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

"Mereka merusak segel dan menggunakan pompa untuk mengeluarkan minyak goreng sekitar 90 sampai 100 kilogram. Istilah mereka 'kencing'," kata Kombes Wahyu.

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi kejahatan ini telah dilakukan selama dua tahun terakhir. Dalam sebulan, pelaku bisa mengumpulkan minyak hasil 'kencing' hingga 10 ton.

"Pelaku menjual ke penadah Rp 6.000 per kilo. Sementara, penadah jual keluar Rp 9.000. Padahal harga di pasaran sekitar Rp 11.000," terang Kombes Wahyu.

Kombes Wahyu menjelaskan, minyak goreng curah ini seharusnya didistribusikan langsung ke masyarakat. Akibat ulah para tersangka, tentu distribusi minyak curah ke masyarakat berkurang.

Operasi ini dilakukan untuk mengantisipasi melambungnya harga bahan pokok jelang Ramadan. Operasi dilakukan untuk memberantas praktik curang oknum tengkulak atau distributor.

"Ya, sebentar lagi kan Ramadan. Sehingga dari sekarang kita melihat di pasar kondisinya seperti apa, distribusi bagaimana," kata Kombes Wahyu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 374 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 32 ayat 2 Juncto Pasal 30, Pasal 31 Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi dan Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

21 April 2017

Balita 7 Bulan Tewas Dalam Kebakaran di Cakung


Jumat, 21 April 2017 14:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kebakaran terjadi di lapak-lapak semi permanen di pemukiman padat, Jalan Tipar Cakung RT02/07 Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur pada Jumat (21/4/2017) pagi. Dalam peristiwa tersebut seorang balita berusia tujuh bulan tewas.

Pemukiman lapak yang terbakar terbuat dari bahan semi permanen, seperti triplek, bambu dan lainnya yang mudah terbakar.Empat unit mobil pemadam kebakaran di kerahkan ke lokasi tersebut.

Kapolsek Metro Cakung, Kompol Suparti mengatakan, kebakaran yang terjadi sekira pukul 09.00 WIB itu terjadi akibat pembakaran sampah yang dilakukan warga. Api dari sampah itu menyambar dan menghanguskan bangunan yang ada. “Berdasarkan pemeriksaan di TKP, api itu berasal dari pembakaran sampah,” ujarnya.

Satu dari Tiga Penjambret Dibekuk di Depan Wisata Air Go Wet Tambun

Remaja Rampok Ponsel Warga di Depan Wisata Air Go Wet Tambun
Jumat, 21 April 2017 13:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang remaja babak belur dihajar warga setelah tertangkap merampas HP milik warga, Kamis (20/4/2017) petang. Pelaku AP, 17 tahun, kemudian dibawa ke Kantor Polsek Tambun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Tambun, Kompol Bobby Kusumawardhana mengatakan, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang saat kejadian berhasil kabur. Kedua pelaku yang masih buron berinisial RZ, 17 tahun dan IQ, 17 tahun.

"Para pelaku masih di bawah umur. Untuk pelaku AP sudah ditahan penyidik," kata Kapolsek, Jumat (21/4/2017).

Kapolsek mengatakan, kasus pencurian dengan kekerasan itu dialami oleh Subur Burhanudin, 23 tahun, warga Kampung Jejalen, Desa Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Saat menunggu kedatangan temannya untuk dijemput di depan wahana air Go Wet, Grand Wisata Tambun, tiba- tiba Subur dihampiri oleh tiga pelaku.

"Ketiga tersangka datang menggunakan sepeda motor Honda Beat langsung memepet korban yang saat itu sedang berdiri di tepi jalan untuk dijemput temannya," ujar Kapolsek.

Saat dipepet, pelaku AP yang dibonceng di barisan paling belakang langsung mengambil paksa ponsel korban yang saat itu sedang dimainkan. Korban lalu berusaha mempertahankan ponselnya, hingga terjadi aksi tarik-menarik.

Kesal dengan perlawanan Subur, pelaku lainnya RZ yang berada di bangku tengah langsung menyabetkan celurit hingga mengenai pergelangan tangan kanan Subur. Korban merintih kesakitan dan berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Seorang saksi, Ahmad Juanda yang berada di dekat lokasi langsung mengejar dan berhasil menarik baju AP yang duduk di bangku belakang. Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

"Sepeda motor yang dikemudikan pelaku IQ sempat oleng karena dikejar warga. Tapi dia berhasil melarikan diri," tambah Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Tambun, AKP Oman Suhendra menambahkan, polisi masih mendalami keterangan pelaku AP untuk mengejar dua tersangka lainnya.

Kepada polisi, mereka nekat mencuri karena terhimpit kebutuhan ekonomi. "Pengakuannya sudah beberapa kali beraksi dan biasanya menyasar korban yang dianggap lemah seperti kaum perempuan dan remaja yang sendirian di pinggir jalan," kata AKP Oman.

AKP Oman mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap kasus pencurian dengan kekerasan. Sebab modus seperti itu kerap terjadi terutama menyasar korban yang sedang sendirian di tepi jalan.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel merk Asiaphone milik korban yang gagal digasak pelaku.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara lima tahun.

Aturan Ganjil-Genap di Semanggi Hingga Kuningan Diberlakukan Kembali Hari Ini

Jumat, 21 April 2017 08:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya kembali menerapkan aturan Ganjil - Genap bagi pengendara mobil dari Semanggi hingga Kuningan, Jakarta. Kebijakan itu mulai diberlakukan pada hari ini, Jumat (21/4/2017), setelah selama 12 hari ditiadakan.

"Mengingat di simpang Pancoran pembangunan detour sudah selesai dan kinerja lalu lintas relatif sudah cukup baik, mulai hari ini, kebijakan ganjil-genap dari Semanggi - Kuningan akan dinormalkan lagi (diberlakukan lagi )," kata Kepala Sud Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bingakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Keputusan tersebut, kata AKBP Budiyanto, sudah dibicarakan kepada pihak terkait. Yaitu dari dinas perhubungan. "Sudah kami koordinasikan dengan Kadishub dan Wakadishub," kata AKBP Budiyanto.

Peniadaan aturan ganjil genap sebelumnya ditiadakan pada Senin 10 April 2017. Uji coba peniadaan aturan ganjil genap ini untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Kemacetan di jalur ini merupakan imbas pembangunan fly over Pancoran dan underpass Kuningan.

"Uji coba ini untuk mendukung sistem contra flow yang setiap pagi kita terapkan di dalam tol. Dengan begitu, kendaraan yang keluar sekarang bisa di Exit Semanggi juga tanpa sistem ganjil genap," ujar Budiyanto saat dikonfirmasi pada Minggu 9 April 2017 lalu.

AKBP Budiyanto menjelaskan, sistem contra flow telah diberlakukan sejak lama untuk mengurai kemacetan. Namun upaya itu terkendala menumpuknya kendaraan yang keluar di Kuningan untuk menghindari penerapan sistem ganjil genap.

Tengah Bersihkan Sampah, Petugas Pintu Air Temukan Mayat Bayi

Evakuasi mayat bayi yang ditemukan di pintu air Tangerang (foto: Okezone)
Jumat, 21 April 2017 07:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sesosok mayat bayi ditemukan terapung di Bendungan pintu air 10 RT 03 RW 04 Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (20/4/2017) pagi. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga sengaja dibuang orangtuanya ke sungai Cisadane hingga akhirnya tewas dan mengapung di pintu air 10, Kota Tangerang.

Dedi Lahmudin, penjaga pintu air menuturkan, mayat bayi yang diperkirakan baru berusia 6-7 bulan tersebut, pertama kali ditemukan oleh petugas saat hendak membersihkan tumpukan sampah.

"Diketemukan pertama kali oleh rekan saya dalam posisi tengkurap tertimbun tumpukan sampah sekitar jam 6 pagi , sekitar jam 8 mayat bayi kemudian dievakuasi oleh polisi," katanya, Kamis (20/4/2017).

Sementara itu Kapolsek Karawaci Tangerang, Kompol Munir Yaji, saat dikonfirmasi mengatakan sementara ini pihaknya masih menyelidiki kasus penemuan mayat bayi di Pintu Air 10. Namun, mayat bayi yang diduga sengaja dibuang tersebut sudah dievakuasi ke rumah sakit.

"Masih kita selidiki, petugas juga masih melakukan olah TKP di lapangan tapi mayat bayi sudah kita evakuasi ke RSU Tangerang" tutupnya.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut Sampah di Kali Angke Sawangan Depok

Petugas mengevakuasi jenasah pria tanpa identitas tenggelam dalam Kali Angke. (Angga)
Jumat, 21 April 2017 07:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ -  Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di tumpukan sampah di Kali Angke, Jl. Raya Curug RT 02/05 Kel. Curug, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Kamis (20/4/2017) malam sekira pukul 21.00 WIB. Mayat laki-laki berbadan kurus itu mengenakan kaos berkerah dan celana pendek.

Seorang warga sekaligus anggota Pokdarkamtibmas Sawangan, Riefky mengatakan jenasah sudah dievakuasi oleh petugas Polsek Sawangan.

“Tidak ada identitas pada korban, ciri-ciri usia sekitar 60 tahun, mengenakan kaos berkerah garis hitam, celana pendek hitam, bewokan tinggi badan 160 cm,”ujarnya

Awalnya, jasad korban ditemukan oleh dua warga, Mawan, 34 tahun dan Maswan, 50 tahun, yang sedang memancing ikan. Keduanya melihat sesosok mayat yang tersangkut di tumpukan sampah. Keduanya pun kemudian memberitahukan ke Ketua RW setempat.

Saat ini mayat berada di RS. Ciawi Bogor untuk dilakukan visum. Sedangkan kasus ditangani Polsek Sawangan.