23 Februari 2018

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pelaku Curanmor dan Penadah

Jumat, 23 Februari 2018 23:10 WIBWIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menangkap tiga orang tersangka pencurian sepeda motor (curanmor). Ketiga tersangka ditangkap di tiga tempat berbeda sepanjang Kamis (22/2/2018) malam hingga Jumat (23/2/2018) pagi.

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah Selamat Riyadi, Tio Ferbiansyah, dan M Firdaus. Dalam kasus ini, Selamat Riyadi berperan sebagai pelaku, Tio perantara, dan Firdaus sebagai penadah motor curian.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, pencurian tersebut dilakukan pada 5 Februari 2018 di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.

"Saat tersangla Selamat melintas, (Selamat) melihat ada sepeda motor terparkir di luar, dan ada kunci kontak yang tergantung pada kotak kuncinya," kata Kapolres, Jumat (23/2/2018).

Kapolres mengatakan, Selamat langsung berpikir membawa kabur sepeda motor tersebut. Sebelum dinyalakan, sepeda motor tersebut didorong menjauh terlebih dahulu oleh Selamat dari rumah korban. Setelah itu, Selamat menyalakan dan membawa kabur motor tersebut.

Penangkapan Selamat bermula pada laporan yang diterima polisi pada Kamis (22/2/2018) malam. "Piket siaga Reskrim mendapatkan info, akan ada transaksi jual beli motor diduga hasil kejahatan di Jalan Raya Enggano, Tanjung Priok," ujar Kapolres.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung bergerak ke lokasi dan menangkap Firdaus di depan Kafe Bunaken, di Jalan Enggano, Jakarta Utara.

Saat ditangkap, Firdaus kedapatan mengendarai sepeda motor hasil curian Selamat.

Kepada polisi, Firdaus mengakui perannya sebagai penadah motor curian. "Sepeda motor tersebut benar hasil kejahatan dengan cara membeli Rp 1.500.000 tanpa dilengkapi surat-surat sah dengan perantara adalah tersangka 2 alias Tio," ucap Kapolres.

Pada Jumat (23/2/2018) pagi, Tio ditangkap polisi di rumah kontrakannya, di Jalan Pedongkelan, Cilincing, Jakarta Utara. Setelah diinterogasi, Tio mengaku dirinya mendapat sepeda motor tersebut dari Selamat.

Tak lama kemudian, polisi menangkap Selamat di Kampung Beting. Usai menangkap ketiga tersangka, polisi mendatangi lokasi pencurian dan bertemu pemilik motor, Komarudin.

Kepada polisi, Komarudin membenarkan bahwa ia kehilangan motor serta telah membuat laporan kehilangan sejak 5 Februari 2018.

Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual Kenalannya di Kelapa Gading

Ilustrasi pelecehan seksual oleh pihak medis
Jumat, 23 Februari 2018 14:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pria bernama Fandi nekat melakukan pelecehan seksual pada seorang wanita di sebuah apartemen daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 7 Februari. Pelaku melaksanakan aksi bejatnya itu dengan modus mengantar pulang korbannya. 

"Menurut keterangan para saksi, pada saat korban turun dari bus di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, korban bertemu dengan pelaku dan menawarkan untuk mengantar pulang. Namun sebelum mengantar pulang, pelaku mengajak korban untuk menemui temannya terlebih dahulu di sebuah apartemen daerah Kelapa Gading," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/2/2018).

Kabid Humas mengatakan, pelaku dan korban memang sudah saling kenal, sehingga wanita berusia 22 tahun ini tak menolak ketika Fandi mengajaknya ke daerah Kelapa Gading. Namun setibanya di dalam apartemen, Fandi langsung mengunci pintu kamar.

"Pelaku kemudian memaksa korban untuk berhubungan badan. Namun korban berontak dengan cara berteriak," kata Kabid Humas.

Karena mendapat perlawanan, Fandi mengurungkan niat untuk melecehkan wanita tersebut. Korban yang tak terima dilecehkan, kemudian melaporkan kejadian itu Ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis (22/2/2018).

Tak butuh waktu lama, Jumat (23/2/2018), pelaku berhasil diamankan polisi. Atas perbuatannya, Fandi kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Perampok yang Buang Korbannya Tanpa Busana di Kemang Timur V Ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan

Perampok yang Buang Korbannya Tanpa Busana di Kemang Ditangkap
Jumat, 23 Februari 2018 13:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga pelaku perampokan terhadap seorang pemuda bernama Ongky Muhammad, 20 tahun, yang dibuang di Jalan Kemang Timur V, Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (21/2/2018) lalu. Saat itu tangan Ongky diikat dengan lakban, dicekoki minuman keras, dan dalam kondisi tanpa busana.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap bernama Raden Pambudi, 32 tahun, Raden Satria, 22 tahun, dan Rizal, 17 tahun.

Mereka ditangkap dari tempat berbeda. "Dari tiga pelaku, yang LGBT hanya Pambudi. Sedangkan dua lainnya mengaku bukan LGBT," ujar Kapolres kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Kapolres menjelaskan, peristiwa itu berawal dari group di media sosial Facebook bernama Gay Jakarta Selatan pada 20 Februari 2018 lalu.

"Korban buat status 'butuh duit nih, siapa yang bisa bantu, Jaksel only'. Saat itu tersangka Pambudi yang juga tergabung di group itu membaca status korban dan langsung meminta nomor WhatsApp korban," jelas Kapolres.

Setelah itu, Pambudi lalu menghubungi korban untuk menanyakan jumlah dana yang dibutuhkan. Pelaku lalu mengajak korban bertemu di suatu tempat. Korban selanjutnya dijemput ojek online yang dipesan pelaku.

Saat sampai di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, korban langsung dibawa menggunakan mobil pelaku dan diajak berkeliling Mampang untuk ditanya-tanya. Di mobil itu, korban diimingi bertemu dengan seorang bule yang akan memberikan uang Rp5 juta dengan syarat harus bisa mabuk. 

"Sebelum korban datang, ketiga pelaku ini membeli minuman keras. Saat datang, korban dicekoki minuman itu tapi karena korban masih belum mabuk, pelaku membeli obat anti mabuk 10 butir di Cilandak, Jakarta Selatan, dan meminta korban menenggaknya," tuturnya.

Saat di Kalibata, lanjut Kapolres, korban mulai mabuk dan sempat muntah. Korban lalu kembali diajak berkeliling ke TPU Jeruk Purut. Di mobil, Pambudi sempat berniat ingin mencabuli korban, hanya saja alat vital tak bisa berfungsi. Pelaku yang jengkel akhirnya mengikat tangan korban dengan lakban dan membuangnya di Jalan Kemang Timur V.

Menipu Puluhan Juta, Oknum Dishub Kota Bekasi Ditangkap Polsek Jati Asih

https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 23 338 1863536 menipu-puluhan-juta-oknum-dishub-kota-bekasi-ditangkap-wsJwN7MjV8.jpg
Pelaku penipuan (tengah berbaju putih).

Jumat, 23 Februari 2018 08:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, AR, 36 tahun, diciduk petugas Polsek Jati Asih, lantaran diduga melakukan penipuan uang senilai puluhan juta rupiah, dengan modus bisa memasukkan korban menjadi PNS.

Tergiur modus pelaku yang katanya bisa memuluskan langkah jadi PNS, Panggih, 25 tahun, warga Jalan Wibawamukti II RT 02 RW 03, Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat menuruti permintaan pelaku dan membayar Rp65juta.

"Saya sudah ditipu sama pelaku sebanyak Rp65 juta. Pelaku iming-imingi saya bisa masuk PNS, makanya saya mau saja bayar," kata korban di Bekasi, Kamis (22/2/2018).

Korban dan pelaku sudah saling kenal. Karena itulah, pelaku menawarkan kepada korban untuk bekerja sebagai PNS, dengan syarat harus menyetor uang lebih dulu.

"Saya bayar uang itu ke pelaku secara bertahap, enggak langsung semuanya," bebernya. Namun setelah berbulan-bulan menunggu, korban pun mulai resah dengan janji pelaku yang tinggal di Perumahan Wahana RT13 RW 05, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi itu, karena sudah mulai jarang menampakkan diri.

"Sampai kurang lebih tujuh bulan, pelaku tidak ada kabarnya. Malah dia minta saya transfer lagi Rp45 juta, alesannya buat ngurus SK PNS. Karena sudah curiga makanya saya lapor polisi saja," bebernya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing membenarkan penangkapan pelaku.

"Iya benar, pelakunya sudah diamankan oleh petugas Polsek Jati Asih," katanya melalui pesan tertulis. 

Kompol Erna menceritakan, pihaknya menangkap pelaku saat ia mendatangi rumah kerabat korban di Curug, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, untuk mengambil uang Rp45juta yang pura-pura akan diberi korban.

"Setelah janjian dengan korban, pelaku akhirnya datang ke tempat kakak korban. Di situlah petugas langsung menangkap pelaku," terangnya. Petugas pun juga sudah mengantongi barang bukti kejahatan pelaku. Kini kasus ditangani Polsek Jati Asih.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 23 Februari 2018

Foto Humas Polda

Jumat, 23 Februari 2018 07:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 23 Februari 2018, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru

2. Jakarta Barat : RPTRA Kompas Kec. Kembangan 

3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata dan Jl. Pengadegan Timur I RT 08/01 Kec. Pancoran

4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua

5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika dan Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Remaja Ini Diculik Selama Setahun, Dicabuli dan Meminta-minta dari Masjid ke Masjid

Tersangka MFW ditangkap karena penipuan dan penculikan disertai pencabulan, Kamis (22/2/2018). Si tersangka juga menjadi soratan karena menyerang ustaz di Tambun Utara, Bekasi.
Tersangka MFW ditangkap karena penipuan dan penculikan disertai pencabulan, Kamis (22/2/2018). Si tersangka juga menjadi soratan karena menyerang ustaz di Tambun Utara, Bekasi.

Jumat, 23 Februari 2018 07:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang remaja, WN, 15 tahun, warga Tangerang, Banten, tidak pernah menyangka pertemuannya dengan MFK, 39 tahun, pada Desember 2016 merupakan awal perjalan panjang dirinya ke beberapa tempat di Indonesia. WN, yang kala itu masih duduk di kelas 1 SMP, dijanjikan mendapatkan uang berlimpah. Ia pun terbujuk lalu mengikuti MFK meminta dana sosial dari masjid ke masjid.

MFK kini jadi tersangka untuk sejumlah kasus, yaitu penipuan, penculikan, dan pencabulan. Aksinya terhenti Tambun, Bekasi saat mereka ditangkap warga.

"Waktu itu saya dijanjikan dapat uang sebesar Rp 1 juta setiap hari. Saya ketemu di warnet, ketika itu juga punya masalah di rumah, ikut saja," kata WN di Mapolres Metro Bekasi, Cikarang, Kamis (22/2/2018).

Keduanya kemudian bergerak dari satu masjid ke masjid lain untuk mendapatkan belas kasihan pengurus masjid. Satu hari mereka bisa mendatangi lima sampai enam masjid. Bermodalkan surat keterangan kehilangan serta surat keterangan mualaf, tersangka mengumpulkan dana dari pengurus masjid. Dana yang digunakan kemudian untuk hidup sehari-hari, ongkos perjalanan, dan bermain game di warnet.

Main game merupakan kegemaran keduanya selama ini. Daerah yang dijelajahi juga cukup jauh. Mulai dari Medan, Padang, Jambi, Lahat, Palembang, Riau, Merak, Cilegon, Jabodetabek, sampai Jawa Timur.

WN mengaku selama itu mereka tidur di warnet dan memanfaatkan masjid untuk mandi. "Namun dari yang dijanjikan diberi uang besar, nyatanya saya diberi uang jauh dari yang dijanjikan. Saya ingin pulang tapi selalu dihalangi," kata WN.

Saat MFK sedang emosi, ia tidak segan memukul WN. Remaja itu mengaku dicabuli tersangka sebanyak dua kali. Perjalanan keduanya berakhir di Tambun Utara setelah mereka menyambangi Masjid Jami Al-Qursiah untuk bertemu dengan Ustaz Ridwan Syakir.

MFW kesal karena tidak mendapatkan uang untuk biaya perjalanan kembali ke Merak. Ia berkata kasar dan memaki-maki ustaz sehingga diamankan warga.

Sementara itu, hilangnya WN setahun lalu membuat keluarganya di Tangerang cemas. "Anaknya memang suka pergi atas kehendaknya sendiri. Jadi kami tidak melapor ke polisi. Kami hanya cari namanya di data anak hilang. Saya tahu dia di Tambun dari postingan di Facebook," kata S, saudari korban yang datang bersama sang ayah untuk menjemput korban.

WN berjanji akan melanjutkan sekolahnya yang sempat terputus.

Tersangka MFW kini dijerat pasal berlapis. Pertama untuk tindakannya menguntungkan diri sendiri dengan meminta uang dari masjid ke masjid. Ia dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. Terkait tindakannya menculik dan melakukan pencabulan, tersangka terjerat dengan Pasal 82 dan 83 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polresta Depok Bekuk Komplotan Begal yang Biasa Beraksi di Kawasan GDC

Kepolisian Resor Kota Depok menampilkan 13 terduga pelaku pencurian disertai kekerasan atau biasa disebut begal, Kamis (22/2/2018).
Jumat, 23 Februari 2018 07:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kepolisian Resor Kota Depok, Jawa Barat, membekuk 13 terduga pelaku pencurian disertai kekerasan atau begal. Komplotan begal ini biasa melakukan aksinya di tempat sepi sekitar perumahan Grand Depok City (GDC).

"Mereka menjerat korbannya dengan menjadikan perempuan sebagai umpan. Selanjutnya, para pelaku melakukan penganiayaan dan mengambil barang milik korban," kata Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana di Mapolresta Depok, Kamis (22/2/2018).

Adapun 13 terduga pelaku begal ini terdiri dari 11 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka berasal dari dua kelompok yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari 7 orang dan melakukan aksinya pada Selasa (13/2/2018) sekira pukul 23.00 WIB di Boulevard Grand Depok City.

"Saat itu, korban bernama Toni Setiawan, 17 tahun, hendak mengantarkan saudari KA, 18 tahun,  ke rumahnya dengan sepeda motor, kemudian dihadang dua pemuda," kata Kompol Putu.

Selanjutnya, kata Kompol Putu, dua pemuda berinisial DS, 16 tahun dan FS, 17 tahun langsung memukulkan bambu ke tubuh korban. "Setelah dipukuli, korban melarikan diri. Pelaku membawa kabur barang korban," ucapnya.

Kelompok kedua terdiri dari enam orang dan melakukan aksi pada Sabtu (17/2/2018) sekira pukul 02.30 WIB di Jembatan Grand Depok City. "Pelaku bahkan membuang korban ke Sungai Ciliwung. Beruntung korban selamat," kata Kompol Putu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dikenai Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Pihaknya akan berkoordinasi dengan balai pemasyarakatan untuk hukuman tersangka di bawah umur.

22 Februari 2018

Satibi Tega Nodai Anak Tirinya Saat Istri Tidak di Rumah

Kamis, 22 Februari 2018 19:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Perbuatan bejat Ahmad Satibi, 40 tahun, yang tega menodai putri tirinya berinisial NF, 15 tahun,  membuat pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu berurusan dengan petugas berwajib. Kini ia meringkuk di sel tahanan Mapolsek Metro Tanjung Priok.

Aksi tidak senonoh Satibi bermula saat ia pulang ke rumah kontrakannya di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (14/2/2018) sekira pukul 20.00 WIB. Ketika itu sang istri, TM, 43 tahun, tidak ada di rumah dan tinggal korban sendirian.

“Pada saat pelaku tiba di rumahnya, pelaku melihat korban sedang asyik bermain handphone,” ujar Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Supriyanto, Kamis (22/2/2018).

Melihat anaknya sendirian di rumah, niat jahat pelaku pun timbul. Satibi lalu mengeluarkan jurus rayuan dengan ajakan ‘main yuk’. Korban yang diam dan tidak memberikan respon, justru membuat pelaku semakin beringas.

Pelaku kemudian melucuti satu per satu pakaian korban hingga tidak menyisakan sehelai benang pun dan melakukan hubungan intim.

“Pada saat itu pelaku berhasil menggauli korban,” kata Kapolsek.

Namun aksi bejat pelaku berhasil terbongkar setelah sang istri memergoki adanya rekaman video adegan mesum tersebut di handphone pelaku. Tanpa pikir panjang TM kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Metro Tanjung Priok.

"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku pernah melakukan aksi serupa terhadap korban. Pelaku pernah menggauli korban satu tahun yang lalu,” ungkap Kapolsek.

Selanjutnya korban dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani proses pemeriksaan. Selain itu Polisi juga akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingat korban masih dbawah umur. Pelaku dijerat dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Sejumlah Artis dan Produser Deklarasikan Anti Narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan

Artis sekaligus presenter Ramzi dalam acara penandatanganan perjanjian pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan artis di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).
Kamis, 22 Februari 2018 15:30 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran artis, manajemen, dan produser bersama Polres Metro Jakarta Selatan bersama-sama menandatangani perjanjian pemberantasan narkoba di lingkungan artis. Mereka juga mendaklarasikan diri untuk tidak menyalahgunakan narkoba.

Artis sekaligus presenter Ramzi mengatakan, narkoba bukanlah gaya hidup di kalangan artis. Dia mendukung penuh deklarasi tersebut.

"Narkoba itu bukan lifestyle. Saya sangat setuju," ujar Ramzi dalam acara yang digelar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Selama belasan tahun berkarir di dunia hiburan, Ramzi menyebut, selalu menghindari narkoba. Produser MD Entertainment Manoj Punjabi juga menyampaikan hal serupa. Dia menyampaikan, produser juga bertanggung jawab menjaga artis mereka dari jeratan narkoba.

"Kami punya tanggung jawab sebagai produser artis. Pakai narkoba itu bukan lifestyle. Pesan kami untuk masyarakat, say no to drugs," kata Manoj.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono berpesan agar syuting film atau sinetron disesuaikan dengan daya tahan tubuh artis. Dengan demikian, artis diharapkan tidak menggunakan narkoba sebagai doping.

"Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) bisa jadwalkan kegiatan syuting itu jangan sampai melebihi kapasitas daya tahan tubuh," ucapnya.

Deklarasi dan penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin, perwakilan Kodim 0504 Jakarta Selatan, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Beberapa artis lain yang turut hadir antara lain Stefan William, Elly Sugigi, Ammar Zoni, Gilang Dirga, Ketua Umum Imarindo (Ikatan Manajer Artis Indonesia) Nanda Persada, dan lain-lain.

Pencuri Hanya Gondol Tas Laptop Berisi Al-Quran

Kamis, 22 Februari 2018 14:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kasus pencurian unik terjadi di Jalan Pengayoman Selatan VI RT 01 RW 09 Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (21/2/2018) sore kemarin. Pelaku tertangkap karena mengambil tas laptop yang hanya berisi Al-Quran.

“Tersangka mengira tas itu berisi laptop," kata Kapolsek Kota Tangerang, Kompol Ewo Sumono, Kamis (22/2/2018).

Tersangka pencurian ini adalah Tri Sakti Biantara, 49 tahun. Sedangkan rumah yang disatroni adalah kediaman Bambang Suryanto. Polisi menyita tas berisi Al-Quran itu sebagai barang bukti.

Kapolsek menjelaskan, Tri datang ke rumah korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi B-3908-CII sekira pukul 15.30 WIB. Masih mengenakan jaket dan helm, pria itu turun dari kendaraan dan masuk ke rumah korban.

“Pintu gerbang hanya diselot, sedangkan pintu rumah tidak dikunci,” ujarnya.

Setelah membuka pintu, Tri melihat tas laptop tergeletak di kursi ruang tamu. Tanpa pikir panjang, tas itu ia jarah. Tri tidak tahu bahwa isi tas adalah kitab suci.

Pada saat bersamaan, dua penghuni rumah keluar dari kamar untuk mengambil Al-Quran yang ada di tas. Walhasil, mereka memergoki Tri dan langsung meringkusnya.

Kapolsek menambahkan, Tri sudah ditetapkan sebagai tersangka pencurian. Pria itu tidak bisa lagi menghindari tuduhan karena tertangkap tangan.