23 Mei 2017

Kedapatan Bawa Senpi Rakitan, Dua Pengendara Sepeda Motor Ditangkap Polsek Metro Tanah Abang

Selasa, 23 Mei 2017 13:12 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polsek Metro Tanah Abang berhasil menangkap dua orang pemuda yang kedapatan membawa senjata api rakitan di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017) dinihari. Keduanya ditangkap saat melintas mengendarai sepeda motor terjaring razia lalu lintas yang digelar jajaran Polsek Metro Tanah Abang.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim mengatakan, dua pengendara sepeda motor yang terkena razia itu bernama Dedi, 24 tahun dan Deni, 18 tahun. "Atas nama Dedi, 24 tahun dan Deni, 18 tahun," kata Kompol Mustakim kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Kompol Mustakim menceritakan, kedua lelaki yang diduga begal sepeda motor itu tertangkap saat pihak kepolisian sedang melakukan razia lalu lintas pada Selasa dini hari tadi.

"Mereka awalnya tertangkap polisi saat sedang ada razia besar-besaran di kawasan KS Tubun," ucapnya.

Saat pihak kepolisian memberhentikan pelaku yang menunggangi sepeda motor Suzuki Satria bernopol B 4606 SBU, Dedi dan Deni terlihat panik sehingga dicurigai.

"Pas diberhentikan mereka terlihat aneh, sehingga para petugas di lapangan melakukan pemeriksaan," tuturnya.

Saat memeriksa kedua pemuda itu, pihak kepolisian menemukan senjata api rakitan jenis revolver dan kunci leter T di tangannya.

"Di tangan mereka kami temukan senpi rakitan dan kunci leter T," kata Kompol Mustakim.

Kompol Mustakim menambahkan, pihaknya akan mendalami terhadap kepemilikan senpi rakitan yang ada di tangan dua pemuda tersebut. "Kita dalami terus, orangnya sudah di kantor (Polsek)," tuturnya.

Polres Metro Jakarta Selatan Juga Musnahkan Miras Hasil Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

dokumentasi
Selasa, 23 Mei 2017 12:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan, beserta tokoh agama dan masyarakat memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) di halaman Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2017) pagi.

Pemusnahan barang bukti miras berbagai jenis dilakukan saat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Acara itu disaksikan antara lain Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Dandim Jaksel, Letkol Inf Ade Rony, Kejari Jaksel, aktor Tyo Pakusadewo serta sejumlah tokoh masyarakat dan agama.

Dalam sambutannya, Kapolres menerangkan bahwa pihaknya memusnahkan barang bukti miras ini guna mencegah gangguan kamtibmas, terutama jelang bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi.

“Masalah miras dan narkoba menjadi gangguan gangguan kamtibmas. Saat petugas kami melakukan operasi cipta kondisi ditemukan banyak pelanggaran-pelanggaran,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan seluruh miras ini merupakan hasil operasi cipta kondisi seluruh jajaran Polsek wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

Kapolres juga mengimbau kepada warga masyarakat yang melihat dan mengetahui adanya peredaran atau penggunaan miras yang meresahkan agar melapor ke pihak kepolisian Jakarta Selatan. “Untuk warga yang resah adanya peredaran miras, agar melapor kepada kami,” imbau Kapolres.

Tegur Pemabuk, Zandi Dikeroyok Hingga Babak Belur di Johar Baru

Apes, Tegur Pemabuk Pria Ini Malah Dipukuli dan Hartanya Dirampas
Selasa, 23 Mei 2017 11:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Yeremia Zandi Kusuma, 25 tahun, babak belur dihajar para pemabuk di depan rumahnya di kawasan Rawa Tengah RT 07/08, Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017) malam. Para pelaku yang jumlahnya lebih dari dua orang tidak hanya memukuli korban, tetapi juga merampas uang dan handphone miliknya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, peristiwa terjadi pada Senin malam sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, kata Kabid Humas, pelaku sedang meminum minuman keras di depan rumah korban hingga kenimbulkan kebisingan.


"Korban lalu menegur pelaku yang sedang minum itu. Tak lama, pelaku pindah ke seberang," ujar Kabid Humas kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Lantas, kata Kabid Humas, korban keluar dari dalam rumah hendak pergi, tapi pelaku malah mencegatnya. Terjadilah adu mulut hingga berujung adu jotos, korban bahkan dipukuli pelaku bersama teman-temannya hingga jatuh tersungkur.

"Korban yang jatuh pun terus saja di injak-injak oleh pelaku. Saat tak berdaya, uang tunai, handphone milik korban dirampas," tuturnya.

Saat ini, tambahnya, pelaku masih dicari tahu keberadaannya untuk dibekuk dan dimintai pertanggungjawaban hukum. Saat ini, kasus sudah ditangani Polres Metro Jakarta Pusat. 

Sementara, korban yang luka memar di sekujur tubuhnya tengah menjalani perawatannya di rumah sakit terdekat. Kondisi korban babak belur setelah dihajar bertubi-tubi oleh beberapa pelaku yang tengah mabuk. 

Jelang Ramadhan, Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Ribuan Botol Miras

Botol minuman keras oplosan yang akan dimusnahkan di Polres Jakbar (Foto: Muhammad Iqbal/Okezone) 
Selasa, 23 Mei 2017 10:36 WIB 
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) hasil operasi cipta kondisi oleh Polres dan Polsek Jajaran menjelang bulan Ramadhan 1438 H/2017.

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Polsek Metro Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/5/2017) pagi tadi.

Pada pemusnahan yang dipimpin Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Adex Yudiswan yang disaksikan para Kapolsek jajaran dan elemen masyarakat itu dengan cara digiling menggunakan mobil berat (buldoser).

Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto mengatakan, aparat kepolisian telah melaksanakan operasi cipta kondisi sejak 16 Mei sampai 20 Mei 2017. Ribuan barang bukti miras itu dimusnahkan untuk menciptakan kondisi yang aman. "Hasil sampai saat ini menyita miras 20.100 botol," kata AKBP Suhermanto.

Menurutnya, operasi cipta kondisi akan dilakukan sampai Hari Raya Idul Fitri 1438 H.


Ribuan minuman keras dari berbagai jenis dimusnahkan jajaran aparat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/5/2017) pagi.
"Kami akan terus menciptakan kamtibmas dengan cara operasi cipta kondisi. Menekan peredaran miras, premanisme, dan peredaran petasan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat," ucap AKBP Suhermanto.
Sekjen Gerakan Anti Narkoba (Granat) Ashar mengapresiasi tindakan Polri menyita ribuan miras ilegal itu. Menurutnya, para pengguna narkoba awalnya dari menenggak minuman keras.
"Miras awal masuk dari narkoba. Sehingga kami sangat apresiasi tindakan Polri," cetus Ashar.
Pemusnahan itu, kata dia, lebih bagus menjelang bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah, untuk menciptakan kondisi yang aman.
"Miras harusnya ada undang-undang khusus. Fakta dan data, pengemar narkoba melintasi titik itu, yaitu meminum miras," tuturnya.

Polsek Metro Tebet Razia Miras di Bukit Duri

Jelang Ramadan, Polisi Razia Miras di Tebet
Selasa, 23 Mei 2017 08:52 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang bulan suci Ramadhan, Polsek Metro Tebet menggelar razia minuman keras (miras) di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017) malam.

Kapolsek Metro Tebet, Kompol Maulana J Karepesina mengungkapkan, razia ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran yang sering terjadi di Kecamatan Tebet. Pasalnya, selama ini miras merupakan salah satu penyebab kerap terjadinya tawuran di wilayah tersebut.

"Operasi ini akan kami laksanakan terus dan kami konsen dengan pemberantasan terhadap penyakit masyarakat berupa miras, judi dan lainnya," kata Kapolsek.

Ratusan botol miras pun disita oleh polisi dari sebuah toko di kawasan Bukit Duri. Pemilik toko yang berinisial EM pun digiring oleh aparat. "Dalam razia kali ini, sekitar 112 botol miras disita. Pemilik toko langsung dimintai keterangan oleh kami," tandasnya.

Fortuner Tabrak Pembatas Jalan di dekat Gardu Tol Semanggi


Selasa, 23 Mei 2017 08:43 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebuah kecelakaan tunggal menimpa sebuah mobil Toyota Fortuner di dekat Gardu Tol Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017) dini hari.

Melalui akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, dilaporkan penyebab kecelakaan mobil berwarna putih itu karena menabrak pembatas jalan sekira pukul 02.46 WIB.

"Kecelakaan Toyota Fortuner menabrak pembatas di dkt Gardu Tol Semanggi 2 Jl. Gatot Subroto & msh penangan Polri," kicau akun @TMCPoldaMetro.

Sejak dilaporkan hingga kini belum diketahui adanya korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 23 Mei 2017

Selasa, 23 Mei 2017 08:29 WIB

PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 23 Mei 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat

SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan

SIM : Pospol Kalibata
STNK : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB


- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

22 Mei 2017

Polres Metro Jakarta Utara Tetapkan 10 Tersangka Kasus Pesta Seks Gay di Kelapa Gading

Polisi Tetapkan 10 Tersangka dari Kasus Pesta Gay di Kelapa Gading
Senin, 22 Mei 2017 15:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Polres Metro Jakarta Utara  menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus pesta seks kaum gay (LGBT) di sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, jakarta Utara.

"Ada 10 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yaitu pemilik, dua kasir dan seorang security. Selain itu ada empat pelaku striptis dan dua orang tamu yang ikut striptis," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Senin (22/5/2017).


Mereka yaitu CD selaku pemilik, N dan D selaku kasir dan RA selaku petugas keamanan. Sementara empat penari striptisnya berinisial SA, BY, R dan TT. Sedangkan dua orang tamu yang ikut striptis ialah A dan S.

Pada penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (21/5) malam itu ada sebanyak 141 orang yang diamankan. Sebanyak 131 orang lainnya kini masih menjalani pemeriksaan.

Kapolres mengatakan, ruko tersebut sudah diintai sejak lama karena disinyalir ada kegiatan komunitas gay di dalamnya. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi pun menggerebek lokasi tersebut.

"Setelah dapat info tersebut, diketahui memang ada kegiatan kaum gay. Bahkan diduga ada pesta seks. Maka tadi malam Unit Satreksrim kami, dipimpin Pak Kasat langsung ke TKP untuk menggerebek," ujarnya.

Kapolres mengatakan di lokasi tersebut berdasarkan izinnya digunakan sebagai tempat fitness. Tapi tidak ditemui plang yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
141 kalangan terduga gay yang diamankan
Saat polisi menggerebek, tempat fitness yang berada di lantai satu kosong. Sementara dua lantai di atasnya didapati kegiatan prostitusi gay. Namun di situ tidak ada plang atau berkaitan dengan kegiatan lainnya hanya nama kecil PT Atlantis

"Di situ ada izin, tapi tempat fitness kosong. Pada saat petugas ke lantai dua ada beberapa pria. Ada arena stripsti laki-laki ada 4 orang. Kita cek di lantai tiga, gelap namun ada kamar-kamar yang dipakai untuk pesta seks. Kita temukan kondom bekas pelaku," ungkapnya.

Keempat pengelola tersebut dikenakan pasal 30 juncto pasal 4 ayat (2) UU 44/2008 tentang pornografi dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar. Mereka disangkakan pasal tersebut karena sebagai penyedia sarana dan prasarana tempat hiburan dalam jasa pornografi.

Sementara enam orang lainnya dikenakan Pasal 36 juncto pasal 10 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. Para penari striptis dan dua tamu ini disangkakan pasal tersebut karena mempertontonkan diri dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan atau bermuatan pornografi. 

Pesta Seks Kaum Gay (LGBT) di Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara Periksa 4 Penyelenggara

141 kalangan terduga gay yang diamankan
Senin, 22 Mei 2017 11:28 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan selain mengamankan 141 orang pelaku pesta seks kaum homoseksual –LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pihaknya juga memeriksa empat orang sebagai penyelenggara/penyedia jasa pornografi tersebut.

"Penyedia usaha pornografi itu pertama CDK alias Christian, 40 tahun, sebagai pemilik sesuai pemegang IUP tempat tersebut (Atlantis), N, 27 tahun, pemberi honor bagi para striper, DPP, 27 tahun, sebagai kasir yang menerima pembayaran dari pengunjung dan RA, 28 tahun, sebagai pembayar honor striptis," ungkapnya di Jakarta, Senin (22/5/2017).

AKBP Nasriadi menjelaskan, sesuai aturan keempat orang ini disebut sebagai penyedia jasa pornografi dan akan dikenakan Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 Undang-Undang Pornografi. Di pasal itu tertulis orang yang menyediakan jasa pornografi adalah orang yang menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, menyajikan secara eksplisit alat kelamin, mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual atau menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

"Keempat dikenakan Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Petugas gabungan dari Tim Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Utara, pada Minggu (21/5/2017) malam, menggerebek lokasi pesta seks kaum gay bertajuk The Wild One di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Dari dalam ruko berkedok Fitnes  tersebut polisi mengamankan 141 gay.


Amankan Penyitaan Lahan di Kuningan, Polda Metro Jaya Kerahkan 1.000 Personel


Senin, 22 Mei 2017 10:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya mengerahkan 1.000 personel untuk membantu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam mengeksekusi lahan seluas 12.000 meter persegi di Jalan Abdul Rochim, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017).

"Kami mengerahkan 1.000 personel untuk mengamankan jalannya penyitaan lahan tersebut hari ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Senin pagi

Kabid Humas menambahkan, dasar eksekusi lahan tersebut adalah salinan penetapan dari PN Jakarta Selatan dengan Nomor 1445/ Pdt.G/2009/PN/Jkt Sel, tanggal 18 Mei 2017 tentang perintah untuk melakukan sita eksekusi terhadap objek tanah itu.

Berdasarkan putusan tersebut, lahan itu dimiliki oleh Rakhmat Junaedi. Namun, saat ini lahan tersebut diduga diduduki oleh sejumlah preman."Saat ini kira-kira ada 100 orang dilengkapi dengan tiga tenda dan tiga kendaraan di lokasi," kata Kabid Humas.