15 Desember 2017

Polres Metro Bekasi Tetapkan Tiga Anak Sebagai Tersangka Pengeroyok di Setu Bekasi


Tiga Anak Ditetapkan Tersangka Pengeroyok di Bekasi

Jumat, 15 Desember 2017 22:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tiga anak di bawah umur di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan. Tersangka, DA, 17 tahun, AM, 17 tahun dan MR, 17 tahun, ditangkap karena telah mengeroyok remaja lainnya, yakni AS, 16 tahun dan MI, 18 tahun,  menggunakan tangan kosong dan celurit hingga terkapar bersimbah darah.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, polisi juga menangkap tiga rekan tersangka yakni, FF, 18 tahun,  VH, 18 tahun dan AYP, 19 tahun.

Sementara satu tersangka lagi berinisial TG, 19 tahun, masih diburu polisi.

Menurut Kapolres, kasus pengeroyokan ini terjadi di depan Perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada Minggu (10/12/2017) lalu. Sebelumnya, kelompok tersangka dan korban sempat saling ejek di media sosial Facebook.

"Ujungnya kedua belah pihak sepakat untuk bertemu untuk tawuran," kata Kapolres di Mapolrestro Bekasi Jalan Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Jumat (15/12/2017) petang.

 Merasa tertantang dengan ajakan kelompok tersangka, kedua korban bersama tiga rekannya yakni AA, 16 tahun, MH, 16 tahun dan AAA, 16 tahun, bergegas ke lokasi. Setibanya di sana, mereka langsung menghampiri para pelaku yang sedang berkumpul di depan Perumahan Griya Setu.

Dengan nada tinggi, korban AS kemudian bertanya ke para tersangka hingga tersulut emosi. "Lu semua anak mana?," kata Kapolres menirukan ucapan AS.

Bukannya menjawab, salah satu pelaku TG kembali melontarkan pertanyaan yang sama ke kelompok korban. Korban AS lalu menjawab bahwa mereka adalah anak remaja yang tinggal di belakang perumahan.

 "Tersangka TG kemudian menuding bahwa kelompok korban inilah yang ingin menyerang warga Setu," ujar Kapolres.

 Saat situasi mulai memanas, kata Candra, tiba-tiba nada bicara korban AS berubah menjadi lunak. Dia membantah ingin menyerang kelompok tersangka dan mengklaim disuruh oleh rekannya bernama Jumet untuk datang ke lokasi.

 "Bukan bang, kita nggak tahu apa-apa cuma disuruh Jumet," jelas Kapolres seperti yang diucapkan AS.

Kesal dengan ucapan korban, tersangka TG langsung memukul kepala AS dengan tangan kosong. Bahkan rekan tersangka sempat menarik korban sampai terjatuh dari atas sepeda motornya. Niat AS untuk melarikan diri juga digagalkan oleh TG yang langsung menabraknya menggunakan sepeda motor.

Melihat korban tersungkur, para pelaku secara brutal mengeroyok AS menggunakan tangan kosong dan membacoknya memakai celurit hingga terkapar tidak berdaya. Bukan hanya AS, kata Kapolres, korban MI juga diamuk kelompok tersangka saat berusaha melarikan diri. Nasibnya juga serupa dengan AS. Dia mengalami luka di sekujur tubuh hingga babak belur dan luka bacokan.

 "Untuk ketiga teman korban lainnya berhasil kabur terlebih dahulu tanpa kena pukulan maupun bacokan," jelasnya.

Kapolsek Setu AKP Akhmadi menambahkan, warga yang mendengar keramaian itu langsung membubarkan aksi para tersangka. Oleh warga sekitar, kedua korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

 "Kondisi korban kini mulai membaik pasca mendapat perawatan tim medis," kata AKP  Akhmadi.

AKP Akhmadi mengatakan, polisi langsung bergerak cepat dengan menangkap para tersangka di daerah Setu dan Cikarang Utara. Mereka diamankan tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing pada Kamis (14/12/2017) malam. "Mereka mengakui perbuatannya dan menyesal," ujarnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka parah dengan ancaman penjara di atas 10 tahun.

Bermodal STNK Palsu, Anggota Ormas Raup Ratusan Juta Dari Penjualan Mobil Kredit

Jum'at, 15 Desember 2017 21:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Sub-Direktorat Pencurian Kendaraan Bermotor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk komplotan pelaku penipuan penjualan mobil bermodal STNK palsu. Komplotan penjual mobil kredit itu dipimpin SG (43) yang disebut polisi sebagai anggota ormas.

Bersama SG juga dibekuk anggota komplotan ini ialah SA, 52 tahun, THS, 48 tahun, BW, 33 tahun, IS, 56 tahun dan AT, 44 tahun.

 Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjelaskan, pada intinya komplotan ini melakukan kegiatan penjualan mobil kredit dengan menggunakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu.

 “Terungkapnya kasus ini berawal dari kegiatan operasi gabungan Ditreskrimum dan Ditlantas Polda Metro Jaya di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, 29 November 2017,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017).

Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, pada saat operasi itu berrlangsung, petugas mendapatkan kendaraan Toyota Avanza warna hitam tahun 2013 yang menggunakan STNK palsu. Setelah diperiksa, pengemudinya mengaku membeli mobil itu dari seseorang. Setelah ditelusuri kepada penjual lainnya diketahui oleh petugas bahwa kendaraan tersebut titipan dari SA.

Selanjutnya, kata Kombes Nico, petugas melakukan penangkapan terhadap SA. "Dalam pengakuannya, SA, sejak bulan Mei 2017 sampai November 2017 sudah melakukan jual beli kendaraan berbagai jenis. Di mana status kendaraannya merupakan kendaraan leasing atau kredit yang sudah menunggak yang diperolehnya dari TSA dari wilayah Jawa Barat,” kata Kombes Nico.

 Terkait modus penipuannya, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus, menjelaskan, aksi penipuan diawali oleh SA. “SA menyampaikan kepada calon pembeli bahwa kendaraan tersebut dijual dengan harga normal dengan pembayaran dalam dua tahap,” kata AKBP Agus.

 Pada tahap awal, sambung AKBP Agus, jumlah pembayarannya mencapai 50 persen hingga 60 persen. Kemudian pelaku menjanjikan bahwa kendaraan itu bisa langsung dibalik nama kepada pembeli.

Pada tahap selanjutnya, pelaku menyatakan BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) akan diserahkan setelah dilakukan pembayaran tahap kedua yaitu antara empat hingga lima tahun kemudian.

 “Selanjutnya setelah pembeli melakukan pembayaran tahap pertama tersangka SA menyerahkan unit kendaraan berikut STNK asli,” jelasnya. Sesudah itu tersangka membuatkan STNK palsu dengan cara memesan kepada SG dan BW (pembuat STNK palsu).

Setelah STNK jadi seminggu kemudian tersangka menyerahkan STNK hasil balik nama kepada pembeli. Penyerahan STNK palsu itu disertai pelat nomor polisi baru. Nomor polisinya bukan nomor peruntukannya.

 “Saat ini penyidik terus mengembangkan kasus ini dengan melakukan penangkapan terhadap SG. Yang bersangkutan adalah anggota salah satu ormas di Majalengka, Jawa Barat, dengan jabatan humas,” katanya.

 AKBP Agus menyebutkan bahwa pelaku telah menjalankan aksinya selama tiga tahun. Mereka memulai aksinya sejak 2015. "Mereka berhasil menjual lebih dari 300 unit baik mobil atau motor.

Keuntungan yang diraup sudah ratusan juta,” katanya.

 Terkait kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa satu uit mobil Toyota Avanza, warna hitam, tahun 2013, B 1657 VFV (bukan peruntukannya) dan satu mobil Toyota Agya, warna putih, 2017, B 1953 VKU (bukan peruntukannya).

Selain dua mobil itu, petugas juga menyita sejumlah stempel untuk perpanjangan STNK palsu, BPKB palsu, alat membuat STNK palsu seperti Laptop merk Toshiba, printer merek Pixma, kertas bahan STNK, kertas boil, dan papan pemotong kertas.

Para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan Pasal 480 KUHP dan Pasal 481 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Ini Jadwal dan Lokasi Gerakan Stabilisasi Harga Sembako di wilayah hukum Polda Metro Jaya


Jum,at, 15 Desember 2017 14:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI, Bulog dan Kementerian Perdagangan menggelar Gerakan Stabilisasi Harga Sembako di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kegiatan itu dilakukan untuk menstabilkan harga bahan pokok saat perayaan Natal dan tahun baru, yang digelar selama seminggu sejak Kamis tanggal 14 Desember hingga 21 Desember 2017.

"Dalam rangka menjaga harga bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat dan tetap stabil maka Polda Metro Jaya bersama-sama dengan Bulog DKI Jakarta beserta Pemda DKI Jakarta berupaya melakukan gerakan stabilisasi pangan," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/12/2017) kemarin.

Wakapolda menjelaskan, kegiatan ini akan dilakukan di beberapa pasar tradisional, permukiman masyarakat, rusunawa yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Bahan pokok akan dijual dengan harga yang ditentukan pemerintah dan di bawah harga pasar.

Adapun bahan pokok yang akan dijual adalah, beras lima kilogram seharga Rp 40.000, minyak goreng 1 liter seharga Rp 11.000, dan gula pasir satu kilogram seharga Rp 12.000.

Berikut ini jadwal dan lokasi Gerakan Stabilitasi Harga Sembako di wilayah hukum Polda Metro Jaya:
1. Kamis 14 Desember 2017 di Rusun Petamburan, Pasar Warakas, dan Rusun Klender.
2. Jumat 15 Desember 2017 di Rusun Muara Angke, Rusun Duri Kosambi, dan Pasar Kemayoran.
3. Sabtu 16 Desember 2017 di Pasar Manggarai, Menteng Tenggulun, dan Pasar Pademangan.
4. Minggu 17 Desember 2017 di Rusun Muara Baru, Polsek Ciputat dan Polsek Makasar.
5. Senin 18 Desember 2017 di Polsek Ciracas, Kali Buntu, dan Kompleks Brimob Pamulang.
6. Selasa 19 Desember 2017 di Pos Polisi Jatipulo, Rusun Benhil, dan Tipar Cakung.
7. Rabu 20 Desember 2017 di Cipete Utara, Stasiun Kebayoran Lama dan Rusun Marunda.
8. Kamis 21 Desember 2017 di Rusunawa Pulogebang, Rusunawa Rawa Bebek dan Rusunawa Sindang.

Polsek Metro Tanah Abang Tangkap Dua Pria Kedapatan Bawa Kunci T

Jum'at, 15 Desember 2017 13:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang menangkap dua dari tiga orang pengangguran yang diduga akan melakukan pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepala Sub Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Iptu Teguh mengatakan kedua orang tersebut diketahui berinisial AG dan H sedangkan pelaku lainnya IN berhasil melarikan diri.

"Awalnya kami sedang melakukan razia rutin di kawasan Mas Mansyur, kami memberhentikan tiga pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat," katanya di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jumat (15/12/2017).

Saat petugas menghentikan laju sepeda motor tersebut, IN turun kemudian melarikan diri, sedangkan dua temannya AG dan H berhasil ditahan sehingga tidak sempat melarikan diri. "Dari kejauhan, IN turun kemudian lari ke arah terowongan," ucapnya.

Adapun pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap AG dan H, polisi menemukan kunci letter T yang diduga akan digunakan aksi pencurian kendaraan bermotor. "Ditangan keduanya, polisi menemukan kunci letter T, saat ditanya kunci ini untuk apa, keduanya malah gugup menjawabnya," bebernya.

Setelah intograsi singkat, petugas merasa curiga terhadap kedua pria ini, pihaknya langsung membawanya ke mapolsek guna pendalaman pemeriksaan. "Kita langsung bawa ke mapolsek untuk diperiksa lanjutan," tutupnya.

Pria Ini Pukul Kepala Temannya dengan Kunci Inggris Hingga Tewas

Jum'at, 15 Desember 2017 10:50 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kasus pembunuhan yang dialami oleh Agus Tralan, 50 tahun, yang ditemukan membusuk di sebuah rumah di Jalan H Izzi Kramat Jati, Jakarta Timur akhirnya terungkap. Pelaku tak lain adalah teman korban yang kerap kali menginap dirumah pelaku. Motif pelaku melalukan pembunuhan tersebut lantaran korban mencuri ponsel milik keponakannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan bahwa tersangka berinisial SM, 41 tahun, tidak hanya bekerja sendiri, namun ia merencanakan pembunuhan tersebut bersama dengan rekannya MA, 41 tahun.

Meski ketiganya berteman akrab namun kekesalan mereka memuncak. Alhasil, kedua tersangka menyekap Agus di dalam kamar.Mereka berusaha membuat Agus mengakui perbuatannya. Selama satu hari penuh atau pada Minggu 3 Desember Agus disekap.

"Dia(korban) gak mau ngaku, akhirnya korban disekap selama satu hari. Tidak ada penyiksaan saat disekap," kata AKBP Sapta Maulana saat menggelar press release di Mapolres Metro Jakarta Timur,  Kamis (14/12/2017).

AKBP Sapta mengatakan bahwa pelalu melakukan pembunuhan tersebut dengan cara memukul kepala korban dengan mengunakan kunci inggris hingga membuat tengkorak kepala korban retak.Pembunuhan tersebut dilakukan di rumah Mustofa sendiri tanpa sepengetahuan orang lain.

"Mereka memang sudah berencana untuk bunuh korban. Dia sediakan kunci inggris dan memukulkan kunci tadi ke kepala korban saat sedang tidur," katanya.

Pembunuhan tersebut dilakukan Agung sementara Mustofa mempunyai peran sebagai pemberi perintah, agar Agung segera mengeksekusi korban.

"Senin (4/12/2017) dibunuh, ketahuan Rabu (6/12/2017). Kita sisir lokasi saat itu juga," katanya.

Saat penangkapan Mustofa tak mengakui perbuatannya, namun karena desakan polisi akhirnya ia mengakui perbuatanya. Bahkan ia menyebut tak sendiri melakukan hal tersebut."Mustofa ditangkap di lokasi pembunuhan, sementara Agung diamankan di Surabaya, Jawa Timur," katanya.Akibat perbuatanya kedua tersangka dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal mati.

Gara-gara Tak Diberi Pinjam Korek Api, Dua Pemuda Aniaya Tukang Nasi Goreng di Sawah Baru Ciputat

Jum'at, 15 Desember 2017 09:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Hanya karena tidak diberi pinjam korek api untuk merokok, Indra Surya, 28 tahun dan Andri, 26 tahun,  tega menganiaya seorang tukang nasi goreng di Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander, kejadian itu bermula ketika pedagang nasi goreng bernama Mujiono, 30 tahun, tengah menutup lapak dagangan di rumahnya pada Kamis (14/12/2017) dini hari.

"Sesudah menutup dagangannya, korban yang tengah main handphone tiba-tiba didatangi Indra dan Andri yang tak dikenalnya dan berpura-pura minta api untuk menyalakan rokok," ucap AKP Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/12/2017).

Korban yang bernama Mujiono itu tidak memberikan korek api kepada pelaku karena tidak membawa barang tersebut. Oleh karena itu, dia menyarankan agar kedua pria tersebut menyalakan rokok dengan bara api di tempat pembakaran ayam di sebelah lapak jualannya.

Namun, kedua pelaku marah kepada Mujiono tanpa alasan yang jelas. "Tak lama, salah satu pelaku langsung membacok korban dengan besi yang ada pada tempat pembakaran ayam ke arah leher korban," kata AKP Ahmad.

Kendati terluka akibat bacokan tersebut, Mujiono tidak tinggal diam dan balik melawan kedua pelaku. Sesaat kemudian, kakak Mujiono bernama Wagiman, 44 tahun, langsung keluar rumah karena mendengar keributan.

"Saksi atau Wagiman ini melihat adiknya sedang beradu fisik dengan laki-laki yang tidak dikenal. Lalu saksi membantu adiknya sehingga pelaku kabur dan dikejar dengan bantuan warga," ujar AKP Ahmad.

Setelah kejadian itu, Mujiono dibawa ke Rumah Sakit IMC untuk divisum dan mendapatkan perawatan medis sementara polisi mengejar kedua pelaku tersebut. "Salah satu pelaku yakni Indra ditangkap tidak jauh dari TKP, sedangkan Andri diringkus di Bogor. Keduanya akan dites urine memeriksa apakah terindikasi minuman keras atau menggunakan narkoba," kata AKP Ahmad.

Polres Metro Jakarta Barat Tangkap Dua Pengedar VCD Porno di kawasan Gajah Mada, Tamansari

Jum'at, 15 Desember 2017 07:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat melakukan penangkapan terhadap dua pengedar VCD porno di kawasan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat pada Selasa (12/12/2017), malam. Pelaku bernama Riki, 30 tahun, dan Silalahi, 35 tahun, merupakan pengedar 8.050 keping VCD porno hingga 30.000 keping DVD bajakan.

"Kami menyisir Jalan Gajah Masa (Depan Bank BNI) dan di Depan Paragon. Kita mendapatkan serta mengamankan 8.050 keping VCD porno dan 30.000 keping DVD bajakan. Dua orang di lokasi itu kita bekuk, bernama Riki dan Silalahi. Mereka merupakan pengendar VCD Porno. Di kasus DVD bajakan, pemiliknya Sihite, 30 tahun, saat ini masih dalam pengejaran kami," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Eddy Sitepu, Kamis (14/12/2017).

AKBP Eddy Sitepu mengatakan, 550 keping VCD porno ini diamankan dari tangan Silalahi sementara 500 keping VCD porno dari tangan Riki.

AKBP Eddy mengakui di hari yang sama langsung lakukan interogasi di lokasi terhadap kedua tersangka.

"Setelah dilakukan interogasi terhadap mereka jika ribuan keping VCD porno tersebut, didapat dari pria bernama Sihete yang hingga kini kita masih buru. Kemudian, pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2017, sekira pukul 11.00 WIB itu, dari tim lapangan unit krimsus kemudian dilakukan pengembangan ke Kawasan Glodok yang kami duga tempat berdagang Sihite (DPO). Kondisi tokonya pun terkunci," papar AKBP Eddy Sitepu.

AKBP Eddy menerangkan, ketika digeledah sebanyak 7.000 keping VCD porno serta diamankan DVD bajakan sebanyak 30.000 keping. Kedua pelaku diduga keras melakukan tindak pidana menyebarkan, menyiarkan, menawarkan, serta memperjualbelikan, atau menyediakan sebuah pornografi dan atau dengan sengaja edarkan mengedarkan, menjual atau mempertunjukkan film tanpa lulus sensor.

"Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1) UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 80 Jo Pasal 6 UU RI No 33 tahun 2009 tentang Perfilman dan atau di Pasal 282 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling singkat enam bulan serta paling lama 12 tahun penjara," tutupnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 15 Desember 2017

Jumat, 15 Desember 2017 07:11 WIB

PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : Gedung Sampoerna Strategic
4. Jakarta Utara : RPTRA Kalijodo
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

14 Desember 2017

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Metro Jaya Tangkap 1.475 Orang Diduga Preman

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta--Medcom.id/Arga Sumantri
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta



Kamis, 14 Desember 2017 14:41 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 1.475 orang yang diduga sebagai preman. Ribuan orang yang diduga preman ditangkap dalam operasi yang digelar sejak 7 Desember hingga 13 Desember 2017.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, mengatakan operasi ini dilakukan untuk membuat aman kondisi Natal dan malam pergantian tahun. 

"Kami tahan sebanyak 225 orang, sisanya 1.250 orang kita bina. Kasus terjadi, copet, jambret, parkir liar, ngetem, pak ogah, tawuran, calo, penjualan miras, dan derek liar yang banyak dikeluhkan masyarakat," kata Kombes Pol Nico di Polda Metro Jaya, Kamis 14 Desember 2017.

Kombes Pol Nico menjelaskan pihaknya masih akan menggelar operasi preman di wilayah hukum Polda Metro hingga 22 Desember mendatang. Menurutnya,  ribuan orang tersebut ditangkap berdasarkan sejumlah kasus berbeda, di antaranya ada kasus pemerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, penipuan, dan sejumlah kasus lainnya.

Dari sejumlah orang tersebut, polisi menyita uang tunai Rp350.513.493, 4 pucuk senjata air softgun dan rakitan, 40 jenis senjata tajam, 43 unit motor, 13 unit mobil, 73 unit handphone, dan 289 botol minuman keras.

"Ke depan operasi ini akan dilaksanakan bersama polres dan hadir di sini. Kami berharap natal dan tahun baru berjalan aman," ungkapnya.

3 Rampok Sepeda Motor di Setiabudi Pamulang Diringkus Polres Tangerang Selatan




Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho saat menjelaskan penangkapan tiga begal di Pamulang. (anton)
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander Yurikho

Kamis, 14 Desember 2017 13:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua perampok sepeda motor dan penadahnya diciduk tim reskrim Polres Tangerang Selatan. Kawanan ini tak segan melukai korbannya. Ketiga tersangka adalah KMS alias Arab, 21 tahun, MR alias Kubil, 18 tahun dan penadah berinisial YH, 34 tahun. Mereka dibekuk di tiga tempat berbeda. Dua clurit yang biasa digunakan dalam beraksi disita polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander Yurikho, Kamis (14/12/2017), mengatakan kasus terungkap saat kelompok ini beraksi di Jalan Setiabudi Pamulang, Tangsel, Minggu (10/12/2017) lalu. Mereka, bersama tujuh orang lainnya menggunakan sepeda motor berpapasan dengan Hasan Basri, remaja 17 tahun, yang berboncengan sepeda motor dengan dua teman sepermainannya.

Berawal dari saling lihat, kelompok ini dan tiga remaja itu terlibat keributan. Setelah suasana mereda, ketiga anak muda balik badan. Namun tersangka Kubil masih tak terima hingga ia mengejar Hasan.

Sepeda motor Hasan dipepet hingga remaja itu jatuh. Tersangka Arab kemudian mengayunkan clurit mengancam korban untuk tak melawan. Melihat itu, Hasan cepat bangkit lalu kabur tanpa membawa sepeda motornya. Sepeda motor Hasan itu dibawa Arab.

“Selanjutnya kendaraan itu dijual Rp1,8 juta ke YH karena pelaku mengaku butuh uang,” kata AKP Ahmad Alexander.

Salah satu pelaku yang berinisial KMS, yang melakukan perampokan sepeda motor yang terjadi di depan SPBU Jalan dr Setiabudi Pamulang, Tangsel, Minggu (10/12/2017).
Kasus ini diselidiki setelah Hasan melapor. Jejak kawanan itu pun diketahui hingga akhirnya bisa ditangkap. Mulanya polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial MR di wilayah Bojong Sari, Depok. Kemudian dua pelaku lainnya, KMS dan YH, berhasil diamankan di wilayah Kebayoran Lama,Jakarta Selatan.

YH diamankan karena turut terlibat sebagai penadah barang hasil curian tersebut.